Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah pusat meminta pemerintah daerah hingga aparat desa lebih aktif memantau kondisi warga, terutama kelompok rentan dan miskin ekstrem. Imbauan ini disampaikan menyusul kasus siswa SD bunuh diri di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan peran kepala desa dan kepala dusun penting untuk memastikan seluruh warga terdata dan menerima program bantuan pemerintah.
"Kepala desa atau kepala dusun yang terus-menerus melakukan monitoring, dan melaporkan manakala ada warganya yang belum termasuk, atau belum tercatat sebagai penerima manfaat dari program-program pemerintah," kata Prasetyo, dikutip Kamis (5/2/2026).
Prasetyo menekankan pemerintah daerah wajib proaktif mengecek kondisi masyarakat sebagai bentuk kehadiran negara, khususnya bagi warga miskin dan miskin ekstrem.
Ia juga memastikan pemerintah akan mencari langkah pencegahan agar peristiwa serupa tidak terulang. Prasetyo mengaku telah berkoordinasi dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti.
"Kami memastikan kalau pun belum bisa kita berdayakan secara mandiri, tetapi kehadiran atau intervensi pemerintah harus kita pastikan untuk menyentuh ke seluruh lapisan terutama yang paling bawah sehingga kejadian-kejadian seperti ini tidak terulang kembali," ujar dia.
Menurutnya, insiden di NTT menjadi bahan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan penghapusan kemiskinan, termasuk sistem pendataan dan pelaporan.
"Ini bagian dari yang harus kita evaluasi secara menyeluruh, masalah pendataan, masalah laporan, termasuk kepedulian sosial kita," ujar Pras.
Sebelumnya, seorang siswa SD berusia 10 tahun di Kabupaten Ngada, NTT, melakukan bunuh diri dengan meninggalkan sepucuk surat untuk ibundanya berinisial MGT (47).
Dalam surat tersebut, sebagaimana diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia, korban menuliskan:
“Surat buat Mama *
Mama saya pergi dulu
Mama relakan saya pergi
Jangan menangis ya Mama
Tidak perlu Mama menangis dan mencari, atau mencari saya
Selamat tinggal Mama”.
Korban diketahui tinggal bersama neneknya. Ibundanya yang merupakan orang tua tunggal bekerja sebagai petani dan buruh serabutan untuk menghidupi lima anak, termasuk korban. (ant/nba)



