Jakarta, VIVA – Eks Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu), Dino Patti Djalal mengatakan Presiden RI Prabowo Subianto selalu memegang opsi Indonesia bisa keluar dari Board of Peace atau Dewan Perdamaian.
Hal itu disampaikan Dino usai menghadiri pertemuan dengan Presiden RI Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis, 5 Februari 2026.
"Kita memegang opsi untuk keluar. Tadi juga disampaikan Presiden, kita selalu pegang opsi keluar," kata Dino kepada wartawan.
Dino menuturkan, Board of Peace ini sebagai suatu eksperimen karena tak ada yang tahu apakah badan ini akan sukses atau tidak dalam membawa perdamaian.
Terlebih, dia melihat, adanya risiko gagal yang sangat tinggi untuk memerdekakan Palestina.
"Risiko gagal tinggi loh, karena berbagai faktor. Bisa faktor Trump-nya, faktor Amerika-nya, faktor Israel-nya, faktor lapangannya, faktor Hamas-nya, dan lain sebagainya. Risiko tinggi karena enggak ada yang tahu apa yang akan terjadi," kata dia.
Risiko tersebut pun turut disampaikan Dino kepada Presiden Prabowo. Prabowo pun merespons baik dan menegaskan bahwa Indonesia bergabung ke Board of Peace secara hati-hati.
Indonesia juga memiliki opsi keluar jika Board of Peace tak sejalan dengan cita-cita Indonesia memerdekakan Palestina dan mewujudkan two state solution.
"Kita masuk dengan hati-hati dan terus berpegang pada opsi untuk bisa keluar kalau ini bertentangan dengan prinsip kita dan kepentingan kita," pungkas Dino.




