GenPI.co - Gubernur Nusa Tenggara Timur Melki Laka Lena mengungkapkan keluarga siswa SD di NTT yang bunuh diri, tidak memproleh bantuan sosial.
“Data kependudukannya, ternyata tidak ditopang. Dia dari Nagekeo, pindah ke Jerebubu. Adminduknya, belum diamankan,” katanya dikutip dari Antara, Kamis (5/2).
Dia telah menginstruksikan kepada pemerintah daerah setempat, menyelesaikan permasalahan itu.
“Ini hanya mengenai kertas selembar. Pemda segera bereskan. Masalah seperti ini, seharusnya tidak terjadi,” ujarnya.
Politikus Partai Golkar itu mengaku tak ingin mencari siapa yang salah, dalam kasus orang tua korban yang tidak memperoleh bantuan.
Dia menekankan semua kepala daerah di NTT, benar-benar mendata keluarga miskin yang layak memperoleh bansos.
Melki mengaku pemerintah daerah juga akan membangun rumah layak huni untuk orang tua korban dan memberi bantuan lainnya.
Sebelumnya, seorang siswa SD di NTT mengakhiri hidup dengan gantung diri di Pohon Cengkih dan meninggalkan sebuah surat untuk ibundanya.
Selama ini, korban tinggal bersama neneknya. Sebab, ibundanya bekerja sebagai petani dan serabutan.
Ibunda korban, merupakan orang tua tunggal dan mengurusi lima anak, termasuk korban yang sudah meninggal dunia. (ant)
Tonton Video viral berikut:




