Wamen Ekraf Dorong Kolaborasi Musik Berkelanjutan Indonesia–Korsel

tvrinews.com
12 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Krisafika Taraisya Subagio

TVRINews, Jakarta

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf), Irene Umar, mendorong terwujudnya kolaborasi musik yang setara dan berkelanjutan antara Indonesia dan Korea Selatan (Korsel). Hal itu disampaikannya saat menerima audiensi penyanyi Indonesia Saniyah bersama Kevin Hermanto, CEO & Founder Big Ground Entertainment, di Autograph Tower, Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Irene menegaskan bahwa kerja sama lintas negara tidak boleh berhenti pada pembukaan akses pasar semata, tetapi juga harus memperkuat posisi musisi Indonesia dalam jangka panjang, termasuk dari sisi perlindungan hak kekayaan intelektual (IP).

"Kolaborasi dengan Korea Selatan bisa menjadi entry point yang kuat bagi musisi Indonesia untuk naik kelas secara global. Namun, kolaborasi harus dibangun secara seimbang agar memberi manfaat jangka panjang bagi talenta Indonesia," ujar Irene dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Kamis, 5 Februari 2026.

Menurutnya, Korea Selatan memiliki keunggulan dalam hal ekosistem industri musik dan pemahaman lisensi, sementara Indonesia didukung oleh basis pasar dan jumlah pendengar yang besar.

Sinergi kedua negara ini dinilai mampu menciptakan peluang kerja sama yang saling menguntungkan, baik dari sisi produksi, distribusi, maupun pengembangan talenta.

Selain itu, Irene juga menekankan pentingnya menghadirkan lebih banyak panggung bagi musisi pendatang baru. Pemerintah, kata dia, akan terus mendorong kolaborasi lintas pemangku kepentingan agar talenta lokal memiliki jalur pengembangan karier yang berkelanjutan di tingkat nasional maupun global.

Sejalan dengan hal tersebut, Kevin Hermanto memaparkan konsep Veiled Cup, sebuah format pencarian bakat yang menekankan prinsip keadilan. Dalam ajang ini, identitas visual peserta disamarkan sehingga penilaian juri dilakukan murni berdasarkan kualitas vokal.

"Melalui konsep veil, juri hanya mendengarkan suara tanpa mengetahui identitas peserta. Bahkan juri dan peserta tidak berada di ruang yang sama. Ini kami lakukan untuk memastikan proses yang adil," jelas Kevin.

Keberhasilan Veiled Cup kemudian dikembangkan lebih lanjut melalui kolaborasi musisi Indonesia dan Korea Selatan, baik dalam produksi lagu maupun penulisan karya bersama. Model ini sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat posisi talenta Indonesia di pasar global.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Dolar AS Menguat, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp16.842
• 3 jam lalutvrinews.com
thumb
Mahfud MD Sebut 4 Masalah Struktural yang Dibahas Komisi Reformasi Polri
• 16 jam lalukompas.com
thumb
Dump Truk Tabrak 6 Kendaraan di Exit Tol Cilegon Timur
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Harlah 1 Abad NU di Kota Malang Dihadiri Ratusan Ribu Jemaah, Panitia Lakukan Sejumlah Persiapan
• 17 menit lalusuarasurabaya.net
thumb
Kementerian ESDM Sebut Izin Impor BBM SPBU Shell Tahun Ini Masih Dievaluasi
• 2 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.