Alwi Shihab Menentang Pernyataan PM Netanyahu yang Tolak Two-State Solution

kompas.com
10 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Menteri Luar Negeri (Menlu) Alwi Shihab menentang pernyataan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu yang menolak solusi dua negara atau two-state solution dengan Palestina.

Hal tersebut disampaikan Alwi usai bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/2/2026) malam.

"Jadi tidak perlu didengarkan Netanyahu yang mengatakan tidak akan menyetujui adanya two-state solution," tegas Alwi, Rabu.

Baca juga: Prabowo Diminta Jaga Board of Peace Trump Tak Keluar dari Mandat PBB

Dalam pertemuannya di Istana, Alwi bersama sejumlah tokoh lainnya mendapatkan penjelasan dari Prabowo terkait bergabungnya Indonesia dengan Board of Peace atau Dewan Perdamaian.

Prabowo dalam pertemuan dengan mantan Menlu, ungkap Alwi, menegaskan komitmennya terhadap kemerdekaan Palestina lewat two-state solution.

"Yang paling penting dalam hal penjelasan beliau itu, bahwa Indonesia tidak pernah meninggalkan komitmen terhadap perjuangan Palestina dan tetap menginginkan adanya two-state solution. Itu kalau istilah awamnya adalah harga mati, two-state solution,” ujar Alwi.

Baca juga: Dino Patti Djalal: Prabowo Selalu Pegang Opsi Keluar dari Board of Peace

Dukungan Prabowo kepada Palestina, ungkap Alwi, merupakan komitmen yang tidak bisa ditawar oleh Kepala Negara itu.

Ia juga mengungkap, Prabowo menegaskan akan keluar dari Board of Peace jika dewan bentukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump itu tidak lagi sejalan dalam memperjuangkan hak-hak Palestina.

"Oleh Bapak Presiden tadi dikatakan, jika Board of Peace ini terlihat tidak sejalan dengan cita-cita bangsa Indonesia, maka dengan mudah kita bisa keluar," ungkap Alwi.

Baca juga: Dino Patti Djalal Sebut Prabowo Realistis, Board of Peace Jadi Opsi Perdamaian Gaza

Alwi pun kembali menegaskan komitmen Prabowo dalam mendukung proses perdamaian Palestina.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Ia menilai langkah diplomasi yang dilakukan saat ini merupakan pijakan awal yang positif menuju terciptanya perdamaian yang adil dan berkelanjutan.

"Beliau menekankan kepada masyarakat bahwa keikutsertaan Indonesia tidak lain adalah wujud komitmen untuk membela Palestina dan menginginkan penyelesaian yang adil bagi Palestina," ujar Alwi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bank Mandiri Dorong UMKM Kreatif Naik Kelas Lewat Inacraft 2026
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Jakarta Diguyur Hujan dari Pagi Sampai Malam: Peta Sebaran Hujan Lengkap dari BMKG
• 11 jam lalusuara.com
thumb
Bukan Cuma Kue Keranjang, Ini 10 Makanan dan Minuman Imlek yang Wajib Disantap Agar Hoki Sepanjang Tahun, Ada yang Bikin Enteng Jodoh
• 11 jam lalugrid.id
thumb
3 Pasangan Artis Korea yang Go Public di Awal 2026
• 11 jam lalubeautynesia.id
thumb
Respons Eks Menlu & Wamenlu RI soal Board of Peace, Dukung Prabowo?
• 20 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.