Utusan Trump Temui Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa di Tengah Serangan AS ke ISIS

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa menerima kunjungan Utusan Khusus Amerika Serikat untuk Suriah, Thomas Barrack, di Istana Rakyat, Damaskus, Rabu (4/2).

Kunjungan ini terjadi di tengah gelombang serangan udara Amerika terhadap target ISIS di Suriah, bagian dari Operation Hawkeye Strike untuk memberantas sel-sel sisa ISIS.

Akun media sosial Kepresidenan Suriah melaporkan kunjungan utusan Presiden AS Donald Trump itu pada Rabu (4/2). Pertemuan juga dihadiri oleh Menteri Luar Negeri dan Ekspatriat Asaad Al-Shibani.

“Pertemuan membahas perkembangan terkini di kawasan serta isu-isu yang menjadi kepentingan bersama,” kata kantor Kepresidenan Suriah tanpa merinci lebih jauh.

Eksplorasi Lepas Pantai

Barrack kemudian menanggapi unggahan tersebut lewat akun pribadinya.

"Merasa terhormat dapat menyaksikan tonggak sejarah Suriah dalam eksplorasi gas lepas pantai: Syrian Petroleum Company menandatangani nota kesepahaman (MoU) eksplorasi lepas pantai pertama dengan Chevron dan Power International Holding,” tulis Barrack yang dikenal sebagai miliarder sahabat Trump ini.

“Semangat rakyat Suriah yang tak tergoyahkan dan sumber daya alam yang melimpah, secara bersama-sama akan membentuk masa depan yang makmur, inklusif, dan penuh pembaruan,” sambungnya.

Mengutip Anadolu, pada tanggal 25 Januari, Syrian Petroleum Company (Perusahaan Perminyakan Suriah) mengumumkan bahwa tim teknis mereka telah mulai mengekstraksi minyak dari ladang-ladang yang berhasil direbut kembali oleh tentara dari kelompok SDF.

SDF adalah aliansi militer multietnis pimpinan Kurdi yang sebelumnya menjadi mitra utama Amerika Serikat di lapangan dalam memerangi ISIS di Suriah.

AS Serang Target ISIS di Suriah

Di bawah Ahmad al-Sharaa, hubungan AS-Suriah memasuki babak baru yang kooperatif. Kedua negara meneken kerja sama kontraterorisme setelah integrasi SDF ke institusi negara dan bergabungnya Damaskus ke Global Coalition to Defeat ISIS.

Global Coalition to Defeat ISIS (Koalisi Global untuk Mengalahkan ISIS) adalah aliansi internasional yang dibentuk pada September 2014 dengan tujuan utama untuk melenyapkan kelompok teroris ISIS.

Terbaru, militer AS melakukan 5 kali serangan ke Suriah menargetkan sel-sel ISIS.

"Serangan dilakukan antara 27 Januari dan 2 Februari," kata CENTCOM (United States Central Command), komando tempur AS yang bertanggung jawab atas wilayah Timur Tengah, termasuk Suriah dan Irak, dikutip dari Reuters, Kamis (5/2).

Serangan ini bagian dari Operation Hawkeye Strike sebagai respons serangan ISIS di Palmyra pada Desember 2025 yang menewaskan 2 tentara AS dan 1 interpreter sipil AS.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
5 Februari 1933: Kisah Pemberontakan Kapal Tujuh Provinsi
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Sebaiknya Telur Disimpan di Kulkas atau Ruang Terbuka? Ini Kata Guru Besar IPB
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Gempa M 3,9 Terjadi di Poso Sulteng
• 7 jam laludetik.com
thumb
Dampingi Komisi II, Wamendagri Ribka Tegaskan Komitmen Transformasi di Papua
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Soal Proyek Rusun Subsidi di Meikarta, Maruarar Harap Ada Intervensi Pembiayaan dari Perbankan
• 16 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.