JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengungkap Indonesia masih belum membayar iuran Dewan Perdamaian atau Board of Peace bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
"Saat ini, Indonesia belum membayar,” kata Seskab Teddy dalam keterangannya, Kamis (5/2/2026).
Baca juga: Menlu Sebut Iuran Dewan Perdamaian Bisa Diangsur, Dimulai Tahun Ini
Teddy menjelaskan, iuran dalam Dewan Perdamaian tidak bersifat wajib.
Nantinya, iuran sebesar 1 miliar dolar Amerika Serikat (AS) tersebut merupakan dana untuk rekonstruksi Gaza.
Ia menerangkan, negara yang membayar iuran akan jadi anggota tetap.
Sementara yang tidak bayar hanya menjadi anggota selama tiga tahun.
“Para negara anggota boleh membayar atau tidak. Jika membayar maka akan menjadi anggota tetap. Namun bila tidak membayar, maka keanggotaan akan berlangsung selama tiga tahun," jelasnya.
Baca juga: PBNU: Iuran Board of Peace 1 Miliar Dolar AS Dibutuhkan untuk Bangun Gaza
Menurut Teddy, keanggotaan dalam forum tersebut bersifat tidak tetap dan Indonesia memiliki kewenangan penuh untuk menarik diri sewaktu-waktu.
“Saat ini Indonesia resmi bergabung bersama tujuh negara besar dengan mayoritas penduduk beragama Islam lainnya, yakni Arab Saudi, Turki, Mesir, Yordania, Qatar, UAE, dan Pakistan,” katanya.
Lebih lanjut, Seskab Teddy menyampaikan, partisipasi Indonesia dalam Dewan Perdamaian merupakan langkah konkret untuk terlibat langsung dalam upaya mengurangi peperangan di Palestina.
“Bukan hanya sebatas ikut konferensi, rapat, diskusi, atau pertemuan resmi,” tandasnya.
Teddy sampaikan capaian kebijakan luar negeri era PrabowoDi kesempatan ini, Teddy menyebut diplomasi serta kebijakan luar negeri dari Presiden Prabowo Subianto selalu mengutamakan pencapaian yang konkret untuk bangsa Indonesia.
Penekanan tersebut juga disampaikan Presiden Prabowo saat bertemu sejumlah mantan Menteri dan Wakil Menteri Luar Negeri RI, akademisi di bidang hubungan internasional, serta pimpinan Komisi I DPR RI di Istana Merdeka, pada 4 Februari 2026, kemarin.Teddy mengatakan, hal tersebut tecermin dari berbagai capaian strategis yang diraih Indonesia dalam satu tahun terakhir.
Baca juga: Pemerintah: Kepentingan RI Tak Dikorbankan di Kebijakan Luar Negeri Prabowo
Sejumlah capaian tersebut antara lain bergabungnya Indonesia dengan BRICS yang beranggotakan negara-negara dengan kekuatan ekonomi besar dunia.
“Indonesia bergabung dengan BRICS, yang beranggotakan, di antaranya Brasil, Rusia, Tiongkok, dan India yang merupakan kekuatan ekonomi dunia,” tulis Teddy.
Selain itu, Seskab Teddy juga menjabarkan capaian strategis lainnya, seperti keberhasilan penetapan tarif dagang nol persen di 27 negara Uni Eropa dan kesepakatan pembangunan Kampung Haji di Arab Saudi.
Baca juga: Iuran Board of Peace, Menkeu Purbaya: Lewat Kemenhan...
Capaian konkret lainnya termasuk partisipasi Indonesia dalam perjanjian perdamaian Palestina yang dinisiasi oleh Amerika Serikat.
“Indonesia turut mencatat sejarah dengan ikut menandatangani perjanjian perdamaian Palestina yang diinisiasi AS. Pascapenandatanganan perjanjian, jumlah konflik dan korban pun telah berkurang signifikan,” kata Seskab RI.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



