Bitcoin Anjlok ke Bawah US$72.000, Krisis Kepercayaan dari Asia Tekan Aset Kripto

bisnis.com
1 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA - Bitcoin kembali berada di bawah tekanan seiring membesarnya krisis kepercayaan terhadap pengganti 'emas digital' itu. Pada perdagangan hari ini, Kamis (5/2/2026) pukul 10.58 WIB, Bitcoin merosot di bawah 72.000 dolar AS, level yang terakhir terlihat 15 bulan lalu di tengah pergerakan risk-off yang luas melanda pasar global.

Mata uang kripto terbesar di dunia tersebut bertengger pada level US$71.095 per keping, melanjutkan tren penurunan tajam yang telah berlangsung sejak akhir tahun lalu. Level harga Bitcoin ini setara kehilangan lebih dari 42% dari puncaknya pada Oktober tahun lalu. Tekanan jual terutama datang dari investor di pasar Asia.

Mengutip Bloomberg, hevel harga terlemah sejak 6 November 2024, sehari setelah Donald Trump terpilih kembali sebagai presiden AS. 

Pelaku pasar menilai tekanan tersebut mencerminkan memburuknya kepercayaan investor terhadap aset berisiko, termasuk kripto. “Pasar saat ini sedang menghadapi 'krisis kepercayaan',” kata Shiliang Tang, mitra pengelola Monarq Asset Management.

Tekanan di pasar kripto juga terjadi seiring aksi jual serentak di berbagai kelas aset global. Sementara penurunan pada tahap awal didorong oleh likuidasi khusus kripto, tekanan pada hari Rabu terkait dengan tekanan lintas aset yang lebih luas.

Pasar memasuki periode penjualan serentak pada hari Rabu, dengan Nasdaq 100 turun lebih dari 2% dan kerugian menyebar di sektor perangkat lunak, produsen chip, dan sektor pasar saham lainnya yang sensitif terhadap suku bunga.

Baca Juga

  • Kapitalisasi Aset Kripto Bitcoin Cs Susut Rp2.857 Triliun dalam Sepekan, Peran Emas Digital Diragukan
  • Harga Emas Antam Hari Ini Kamis (5/2) Naik Tinggi, Tembus Rp 3,24 Juta per Gram di Pegadaian
  • Investasi Emas Menurut Sandiaga Uno, Begini Petuah Crazy Rich Pemilik SRTG

Kondisi tersebut memperburuk sentimen investor kripto. “Sentimen kripto saat ini berada dalam ketakutan ekstrem karena pasar telah terpuruk selama seminggu terakhir,” kata Andrew Tu, kepala pengembangan bisnis di perusahaan pembuat pasar kripto Efficient Frontier.

Dia menyebut jika level US$72.000 ditembus, kemungkinan besar Bitcoin akan merosot hingga level $68.000. "Bahkan berpotensi turun kembali ke titik terendah tahun 2024 setelah reli awal,” katanya mengingatkan.

Di sisi lain, pergerakan dana institusional masih menunjukkan volatilitas. Arus dana ke ETF Bitcoin yang terdaftar di AS tetap berfluktuasi. Setelah mencatat arus masuk bersih sekitar US$562 juta pada hari Senin, investor menarik dana sebesar US$272 juta dari grup tersebut pada hari Selasa, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg.

Tekanan berkelanjutan ini turut meningkatkan keraguan terhadap peran Bitcoin sebagai aset lindung nilai saat pasar bergejolak. Skeptisisme tentang peran Bitcoin sebagai aset aman setara emas di tengah gejolak pasar semakin meningkat. Token ini sekarang telah turun sekitar 17% tahun ini, dan pasar kripto secara keseluruhan telah kehilangan nilai lebih dari US$460 miliar dalam seminggu terakhir.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
5 Rekomendasi Genteng dan Harganya Terbaru 2026, Kualitas Awet dan Tahan Lama!
• 22 jam laludisway.id
thumb
Purbaya soal KPK OTT di Banjarmasin dan Jakarta: Saya Tidak akan Lepaskan Anak Buah Saya Sendirian
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Lebih Rendah dari Purbaya, Ekonom Ramal Ekonomi Kuartal IV/2025 Tumbuh 5,2%
• 19 jam lalubisnis.com
thumb
Densus 88: Siswa SMP Pelempar Bom Molotov di Sekolah Anggota True Crime Community!
• 18 jam laluokezone.com
thumb
Tak Mau Tinggal Bersama Denada Usai Diakui Anak, Ressa: Rasanya Pasti Beda
• 28 menit lalukumparan.com
Berhasil disimpan.