Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Keuangan memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kuartal IV/2025 mampu menembus 5,45%. Kendati demikian, kalangan ekonom memproyeksi pertumbuhan lebih konservatif.
Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) David Sumual misalnya, yang memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada tiga bulan terakhir 2025 berada di level 5,26% secara tahunan (year on year/YoY).
Menurut David, motor penggerak utama pada periode tersebut adalah akselerasi konsumsi rumah tangga yang tercermin dari indeks transaksi belanja big data BCA, data ritel Bank Indonesia, hingga lonjakan transaksi elektronik.
“Belanja pemerintah termasuk belanja pegawai dan bansos juga tumbuh double digit. Ekspor juga tumbuh kencang karena banyak eksportir melakukan front running mengantisipasi tarif [Presiden AS Donald] Trump,” jelas David, Rabu (4/2/2026).
Senada, Kepala Departemen Riset Makroekonomi dan Pasar Keuangan PT Bank Permata Tbk. (BNLI) Faisal Rachman mematok angka proyeksi sedikit di bawah BCA, yaitu 5,25% (YoY) untuk kuartal IV/2025.
Faisal menilai, meskipun konsumsi rumah tangga berpotensi kembali ke level pertumbuhan 5% berkat momen libur akhir tahun dan stimulus fiskal, kontribusi ekspor bersih (net exports) diprediksi melambat.
Baca Juga
- Jelang Rilis BPS, Anak Buah Purbaya Pede Ekonomi RI Kuartal IV/2025 Tumbuh 5,45%
- Purbaya dan Konsensus Ekonom Kompak Ramal Ekonomi RI 2025 Tumbuh 5,1%
“Kontribusi ekspor bersih terhadap pertumbuhan PDB diproyeksikan moderat, mencerminkan penerapan tarif timbal balik AS, permintaan global yang lebih lemah terutama dari China, dan impor yang lebih tinggi di tengah aktivitas domestik yang tangguh,” jelas Faisal dalam keterangannya, Rabu (4/2/2026).
Sementara itu, proyeksi paling konservatif datang dari Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) Andry Asmoro. Tim Ekonom Bank Mandiri memperkirakan ekonomi kuartal IV/2025 tumbuh 5,23% (YoY).
Asmo menyoroti peran krusial belanja pemerintah yang diperkirakan melonjak 8,0% (YoY), didorong oleh realisasi belanja pegawai dan bantuan sosial (bansos).
“Belanja bansos meningkat signifikan sebesar 70,4% [YoY], sebagian dialokasikan untuk belanja terkait bencana di Sumatra,” papar Andry dalam keterangannya, Rabu (4/2/2026).
Jika realisasi BPS nanti sesuai dengan hitung-hitungan para ekonom tersebut yang berada di kisaran 5,23% hingga 5,26% maka pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2025 dipastikan hanya akan bertengger di angka 5,07%.
Angka ini tidak hanya meleset dari target APBN 2025 sebesar 5,2%, tetapi juga lebih rendah dari estimasi pemerintah.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal Febrio Kacaribu sesumbar bahwa ekonomi kuartal IV/2025 bisa mencapai 5,45%. Dengan angka optimistis itu saja, pemerintah mengakui pertumbuhan setahun penuh hanya akan mencapai 5,12%.
“Estimasi kita 5,45% di kuartal IV/2025. Nanti pemerintah akan belanja lebih cepat, akselerasi, supaya momentumnya terus terjaga,” ujar Febrio, Rabu (4/2/2026).





