Sejumlah anggota Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) DIY mendatangi Polres Kulon Progo, Rabu (4/2).
Mereka datang untuk melaporkan kasus pengeroyokan yang menimpa salah satu anggota Kokam yang bekerja sebagai satpam di RS PKU Muhammadiyah Nanggulan.
"Teman korban. Jadi (personel Kokam) mengantar korban untuk laporan," kata Kasi Humas Polres Kulon Progo, Iptu Sarjoko, saat dihubungi, Kamis (5/2).
Korban berinisial MFM (19 tahun) merupakan warga Kabupaten Sleman. "(Korban) kerja sebagai satpam," katanya.
Peristiwa PenganiayaanSarjoko menjelaskan peristiwa penganiayaan ini terjadi pada 2 Februari pukul 22.40 WIB di RS PKU Muhammadiyah Nanggulan. Saat itu korban sedang bertugas.
Malam itu, rumah sakit tempat korban bekerja kedatangan pasien yang diantar teman-temannya.
"Pada saat menunggu pasien, beberapa rekan pasien berbicara dengan nada keras dan ditegur oleh perawat kemudian pindah ke depan pintu UGD Rumah Sakit sambil merokok," katanya.
Lantaran ada yang merokok, korban yang bertugas di bidang keamanan rumah sakit kemudian menegur agar merokok di tempat parkir.
"Terlapor (pelaku) mengajak pelapor (korban) ke tempat parkir dan keduanya terlibat cekcok," katanya.
"Tiba-tiba pelapor mendapatkan sundulan kepala dari salah seorang rekan pasien yang mengakibatkan luka pada bibir bawah," ujarnya.
Selang beberapa saat, korban kembali dipanggil pelaku ke parkiran dengan alasan menyelesaikan masalah.
Namun, saat sampai parkiran, penganiayaan kembali terjadi.
"Sampai di parkiran pelapor (korban) diminta masuk ke dalam mobil, karena pelapor tidak mau, terjadi cekcok. Pelapor dipukul oleh beberapa orang di bagian wajah yang menyebabkan luka memar, nyeri di bagian wajah," katanya.
Kasus pengeroyokan ini tengah ditangani dan diusut oleh Polres Kulon Progo.




