Wamen Ekraf: Konten Anak Harus Aman, Terkurasi, dan Libatkan Ahli

tvrinews.com
7 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Krisafika Taraisya Subagio

TVRINews, Jakarta

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf), Irene Umar menegaskan pentingnya tata kelola konten anak dalam pengembangan platform digital berbasis budaya lokal.

Menurutnya, konten untuk anak tidak boleh hanya menarik secara visual, tetapi harus aman, terkurasi, dan melibatkan para ahli. Hal tersebut disampaikan Irene saat menerima audiensi perusahaan pengembang platform digital di Autograph Tower, Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026.

Pertemuan tersebut membahas pengembangan platform digital anak, penguatan intellectual property (IP) lokal, serta tata kelola keamanan konten dalam ekosistem ekonomi kreatif digital.

"Konten untuk anak harus aman, terkurasi, dan melibatkan tenaga ahli, termasuk ahli budaya, agar pesan yang disampaikan tetap akurat dan bertanggung jawab," ujar Irene dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Kamis, 5 Februari 2026.

Kemudian Irene menilai, pengembangan konten anak tidak bisa dilakukan secara serampangan atau sekadar mengejar popularitas awal. Menurutnya, kualitas dan keberlanjutan harus menjadi prinsip utama dalam membangun platform digital anak.

"Pengembangan harus dilakukan secara matang dan efisien, tidak hanya mengejar ketertarikan awal. Ini penting agar platform yang dibangun benar-benar memberi dampak positif bagi anak-anak," tegasnya.

Selain aspek keamanan, Irene juga menekankan pentingnya arah pengembangan IP lokal yang jelas dan terukur. Ia menyebut, kreativitas harus dibarengi dengan kesiapan model bisnis agar IP dapat tumbuh berkelanjutan.

"Aspek monetisasi perlu dipikirkan sejak awal supaya pengembangan IP tidak berhenti di tengah jalan. Penguatan IP lokal bisa dilakukan bertahap, termasuk melalui kolaborasi dengan IP yang sudah dikenal," ucapnya.

Kementerian Ekonomi Kreatif menilai inisiatif pengembangan platform anak berbasis budaya ini sejalan dengan upaya memperkuat ekosistem ekonomi kreatif digital sebagai mesin pertumbuhan baru. Melalui kolaborasi lintas sektor dan penguatan IP lokal, konten anak Indonesia diharapkan mampu tumbuh, aman, dan berdaya saing di era digital.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Data Kementerian PPPA Mencatat Lebih dari 6 Ribu Anak laki-Laki jadi Korban Kekerasan Sepanjang 2025
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Drone Iran Ditembak Jatuh AS saat Mendekati Kapal Induk Abraham Lincoln | KOMPAS MALAM
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
Pemda Tangerang Telusuri Agen Pengirim PMI Ilegal di Arab Saudi
• 15 jam lalurepublika.co.id
thumb
3 Drakor Thriller Terbaru Rilis Februari 2026, Siap Bikin Tegang Penonton
• 4 jam lalubeautynesia.id
thumb
Polemik Sedot Air Tanah Industri Air Minum Menggantung, Pemerintah Lempar ke DPR
• 10 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.