KOMPAS.TV – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mencatat lebih dari 6 ribu anak laki-laki menjadi korban kekerasan sepanjang tahun 2025.
Jumlah tersebut disampaikan oleh Menteri PPPA, Arifah Fauzi, Rabu (4/2/2026), seperti tertulis dalam keterangan resmi Kementerian PPPA, Kamis (5/2).
Berdasarkan data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI-PPA) Kemen PPPA, ribuan anak laki-laki itu menjadi korban kekerasan, baik fisik, psikis, maupun seksual.
“Data SIMFONI-PPA menunjukkan bahwa banyak anak laki-laki memilih diam karena stigma dan rasa takut,” kata Arifah.
Baca Juga: Sadis! Pria di Blora Tendang Kucing hingga Tewas, Polisi Selidiki Kasus Kekerasan Hewan | BERUT
“Kondisi ini menegaskan bahwa perlindungan anak harus inklusif dan responsif terhadap kebutuhan korban tanpa membedakan jenis kelamin,” tambahnya.
Kementerian PPPA terus mendorong penguatan maskulinitas positif agar anak dan remaja laki-laki memiliki ruang aman untuk mengekspresikan emosi, mencari pertolongan, dan berbicara ketika menghadapi masalah.
Arifah juga mengajak sekolah dasar memperkuat sistem deteksi dini, agar anak-anak mendapatkan perlindungan sejak dini.
Dalam kesempatan itu, Arifah merespons kasus meninggalnya seorang pelajar kelas IV Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menurutnya, peristiwa itu menjadi pengingat pemerintah pusat untuk memastikan setiap Kabupaten/Kota dapat meninjau ulang implementasi sistim perlindungan anak dalam KLS.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- kementerian pppa
- menteri pppa
- arifah fauzi
- kekerasan terhadap anak
- perlindungan anak




