Penulis: Fityan
TVRINews - Jakarta
BPS Melaporkan Penurunan Angka Pengangguran Seiring Penguatan Sektor Ketenagakerjaan Nasional
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2025 berhasil melampaui ekspektasi pasar.
Di tengah dinamika ekonomi global, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencatatkan ekspansi sebesar 5,11 persen secara tahunan (year-on-year).
Angka ini menunjukkan tren positif dibandingkan dengan capaian tahun 2024 yang berada di level 5,03 persen.
Pertumbuhan tersebut juga melampaui prediksi konsensus pasar yang sebelumnya memproyeksikan angka di kisaran 5,05 persen.
Indikator Ketenagakerjaan Membaik
Sejalan dengan penguatan ekonomi, kondisi pasar tenaga kerja nasional menunjukkan sinyal pemulihan yang stabil. Hingga November 2025, BPS mencatat jumlah penduduk yang bekerja mencapai 147,91 juta orang, atau mengalami peningkatan sekitar 1,37 juta orang jika dibandingkan dengan posisi Agustus 2025.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan bahwa meskipun tantangan ketenagakerjaan masih ada, terdapat penurunan jumlah pengangguran yang cukup signifikan.
(Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti (Foto: BPS))
"Pengangguran per November tercatat 7,35 juta orang, atau turun 0,109 juta orang dalam periode Agustus ke November," ujar Amalia dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis 5 Februari 2026.
Struktur Angkatan Kerja
Berdasarkan total angkatan kerja sebanyak 155,27 juta orang, komposisi pekerja didominasi oleh kelompok pekerja penuh yang mencapai 100,49 juta orang.
Sementara itu, kelompok pekerja paruh waktu tercatat sebanyak 35,85 juta orang, dan kelompok setengah pengangguran berada di angka 11,55 juta orang.
Pertumbuhan ekonomi yang kokoh pada tahun 2025 ini tercermin dari nilai PDB Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) yang menyentuh angka Rp 23.821,1 triliun.
Penyerapan tenaga kerja yang masif selama kuartal terakhir tahun lalu menjadi salah satu pilar utama dalam menjaga stabilitas konsumsi domestik dan daya beli masyarakat.
Para analis menilai, keberhasilan Indonesia menjaga pertumbuhan di atas ambang 5 persen menunjukkan resiliensi fundamental ekonomi domestik terhadap tekanan eksternal, sekaligus memberikan sentimen positif bagi iklim investasi di tahun 2026.
Editor: Redaksi TVRINews





