Bitcoin Berdarah-darah, Turun 40% Lebih dari Rekor Tertinggi

cnbcindonesia.com
5 jam lalu
Cover Berita
Foto: Ilustrasi Bitcoin. (IREUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga bitcoin menyentuh level US$70.000-an pada Kamis (4/2/2026), melanjutkan pelemahan tajam untuk hari ketiga berturut-turut pekan ini.

Melansir coinmarketcap.com, Aset kripto tertua di dunia itu sempat turun hingga US$70.575 atau merosot lebih dari 8% sebelum terakhir diperdagangkan di kisaran US$70.800, turun sekitar 7,5% dan sudah lebih dari 40% di bawah rekor tertingginya sekitar US$126.000 pada Oktober lalu.


Baca: Bursa Asia Dibuka Melemah Tersengat Kinerja Buruk Wall Street

Bitcoin sebelumnya sudah menembus ke bawah level US$73.000 pada Selasa, yang menjadi harga terendahnya dalam sekitar 16 bulan terakhir dan mendekati level pra-pemilu AS. Analis Citi menyebut level US$70.000 sebagai area krusial yang perlu dicermati seiring pendalaman tren penurunan harga aset digital tersebut.

Tekanan terhadap bitcoin dipicu oleh kombinasi tantangan geopolitik dan ekonomi global. Salah satu faktor utama adalah rotasi investor keluar dari aset berisiko di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Eropa terkait manuver Presiden AS Donald Trump soal Greenland serta berakhirnya penutupan sebagian pemerintahan AS yang sempat menunda rilis data ekonomi penting.

Selain itu, pasar juga mencermati ekspektasi perubahan kebijakan moneter AS setelah Trump menominasikan Kevin Warsh sebagai calon ketua The Fed akhir bulan lalu. Upaya pembentukan kerangka regulasi dan legislasi yang lebih ramah kripto di AS yang melambat turut menambah sentimen negatif.

Deutsche Bank menilai arus keluar institusional besar-besaran, yang didorong ekspektasi koreksi bitcoin lebih dalam, telah menggerus likuiditas dan menekan harga. Tekanan tersebut diperparah oleh keluarnya dana dari produk exchange-traded fund (ETF) bitcoin spot dalam beberapa bulan terakhir.

Analis mencatat ETF bitcoin spot mencatat arus keluar lebih dari US$3 miliar sepanjang Januari, sekitar US$2 miliar pada Desember, dan sekitar US$7 miliar pada November. Arus keluar ini terjadi setelah gelombang likuidasi posisi kripto dengan leverage tinggi pada Oktober lalu.

Pelemahan bitcoin juga menyeret saham-saham terkait kripto. Strategy sebagai perusahaan treasury bitcoin turun sekitar 5%, sementara saham penambang aset digital seperti Riot Platforms dan MARA Holdings anjlok hampir 11% pada perdagangan hari yang sama.


(fsd/fsd)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Misbakhun Jamin Revisi UU P2SK Tak Ancam Perdagangan Kripto RI

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Parpol Wajib Tahu, Catat Titik-Titik Steril Atribut Politik di Jakarta!
• 3 jam lalumerahputih.com
thumb
3 Kebiasaan Sarapan Orang Indonesia yang Membuat Berat Badan Naik
• 19 jam lalubeautynesia.id
thumb
Abraham Samad Akui Minta Prabowo Agar 57 Eks Pegawai Gagal TWK Abal-abal Kembali ke KPK
• 21 jam lalusuara.com
thumb
Kementerian Transmigrasi Usung Dua Program Baru, Revitalisasi dan Transformasi
• 3 jam laludisway.id
thumb
DKI Targetkan Penambahan 10.000 Armada Bus Transjakarta Hingga 2029 dengan Teknologi Listrik
• 4 jam lalunarasi.tv
Berhasil disimpan.