FPIR Desak Menhan Fokus Pada Ancaman Nyata Kedaulatan Negara: Jangan Terseret Isu di Luar Tugas

suara.com
3 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • FPIR mendesak Menhan Sjafrie Sjamsoeddin memprioritaskan fokus kebijakan pada ancaman kedaulatan strategis nyata.
  • Ancaman riil tersebut mencakup potensi konflik Laut Cina Selatan dan maraknya praktik penangkapan ikan ilegal.
  • FPIR mengimbau publik agar tidak terpancing isu polarisasi yang berpotensi melemahkan persatuan bangsa Indonesia.

Suara.com - Front Pemuda Indonesia Raya (FPIR) mendesak Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, untuk lebih memfokuskan perhatian dan kebijakan pada ancaman strategis yang nyata terhadap kedaulatan dan keamanan nasional.

Koordinator FPIR, Fauzan Ohorella, menegaskan bahwa saat ini Indonesia menghadapi tantangan serius berupa potensi konflik wilayah di Laut Cina Selatan, maraknya praktik penangkapan ikan ilegal (illegal fishing), serta berbagai pelanggaran berupa pembabatan hutan yang berdampak langsung pada stabilitas nasional dan keamanan lingkungan.

“Isu-isu tersebut adalah ancaman riil terhadap kedaulatan dan masa depan bangsa. Fokus utama Menteri Pertahanan seharusnya berada pada penguatan pertahanan negara terhadap ancaman eksternal dan strategis, bukan terseret pada persoalan-persoalan yang berada di luar tugas dan fungsi Kementerian Pertahanan,” tegas Fauzan (05/02/2026)

Fauzan juga menilai bahwa keterlibatan atau pernyataan Menhan pada isu-isu di luar mandat pertahanan justru berpotensi mengaburkan prioritas nasional dan membuka ruang kegaduhan politik yang tidak produktif.

Padahal, tantangan di kawasan perairan strategis Indonesia serta kejahatan lintas negara seperti illegal fishing membutuhkan konsentrasi penuh dan kebijakan pertahanan yang terukur.

Selain itu, FPIR juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak terjebak dalam isu polarisasi yang sengaja dibangun oleh kelompok tertentu demi kepentingan sempit.

“Kami mengimbau publik untuk tetap rasional dan tidak terpancing narasi adu domba. Polarisasi hanya akan melemahkan persatuan bangsa dan mengalihkan perhatian dari persoalan-persoalan besar yang seharusnya kita hadapi bersama,” ujar Fauzan.

FPIR menegaskan komitmennya untuk terus mendorong agenda nasional yang berorientasi pada persatuan, kedaulatan negara, serta penguatan institusi sesuai dengan fungsi dan kewenangannya masing-masing.

“Indonesia membutuhkan pemimpin yang fokus pada mandat konstitusionalnya, bukan pada isu-isu yang justru memecah belah rakyat,” pungkasnya.

Baca Juga: Terungkap! Abraham Samad Akui Diajak Menhan Sjafrie Bertemu Prabowo di Kertanegara


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
BNN Gagalkan Peredaran 200 Kg Ganja di Sumut, 3 Orang Ditangkap
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan profil kemiskinan Indonesia periode September 2025 menunjukka
• 3 jam laluidxchannel.com
thumb
Awkarin Datang ke Makam Lula Lahfah, sang Selebgram Ucap Permintaan Maaf Ini ke Mendiang Kekasih Reza Arap
• 9 jam lalugrid.id
thumb
Fakta Baru! Siswa SMP Pelaku Molotov di Kalbar Satu Komunitas dengan Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta
• 4 jam lalusuara.com
thumb
Peran Wilayah Arktik dalam Persaingan Global
• 23 jam lalumediaapakabar.com
Berhasil disimpan.