Rusia buka suara terkait dengan berakhir perjanjian dari New Start. Pihaknya menyatakan bahwa dengan ini, tak ada lagi batasan baginya dalam mengembangkan senjata nuklir demi keamanan nasional
Dikutip dari Reuters, Rusia menyatakan tetap terbuka terhadap jalur diplomasi terkait keamanan nuklir, namun menegaskan akan merespons secara tegas setiap ancaman baru, termasuk dari Amerika Serikat (AS).
Baca Juga: PBB Panik Lihat Rusia dan Amerika Serikat (AS) Kini Bebas Kembangkan Senjata Nuklir
Pihaknya sendiri menyayangkan tak adanya itikad baik untuk memperpanjang perjanjian dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Keputusan ini berpotensi memperburuk stabilitas keamanan global.
Para pakar keamanan internasional sendiri memperingatkan bahwa berakhirnya perjanjian pembatasan pengembangan senjata nuklir dapat membuka jalan bagi perlombaan senjata nuklir baru.
Traktat New Start ditandatangani pada 2010. Ia membatasi ukuran persenjataan nuklir strategis Rusia dan Amerika Serikat. Namun, perjanjian tersebut akan segera berakhir tanpa adanya perundingan antara kedua negara mengenai kerangka pengganti.
Baca Juga: PBB Hingga BRICS: Xi dan Putin Akan Perkuat Kerja Sama Strategis China-Rusia
Perjanjian New Start sendiri adalah perjanjian yang membatasi jumlah hulu ledak nuklir strategis yang dikerahkan masing-masing negara hingga 1.550.





