GenPI.co - Sejumlah sukarelawan mengalami luka-luka setelah ledakan oven pengering ompreng di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Krajan, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (5/2).
Kepala Polsek Pekuncen Ajun Komisaris Polisi Slamet Husein mengatakan pihaknya meminta keterangan saksi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh Tim Inafis Polresta Banyumas.
"Setelah mendapatkan informasi adanya suara keras, anggota langsung melakukan pengecekan ke lokasi dan memang ditemukan adanya kejadian ledakan," kata dia, Kamis (5/2).
Slamet menjelaskan ledakan diduga berasal dari oven atau alat pengering ompreng yang digunakan dalam kegiatan persiapan dapur SPPG Krajan.
"Alat tersebut diduga mengalami panas berlebih hingga akhirnya meledak," beber dia.
Akibatnya, sekitar 22 orang dilaporkan mengalami luka ringan karena pecahan kaca maupun benturan benda lain di sekitar lokasi kejadian.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam ledakan oven pengering ompreng MBG ini.
"Sebagian besar korban sudah diperbolehkan pulang setelah mendapat penanganan medis,” imbuh dia.
Dia menyebut saat ini tinggal 2 orang yang masih menjalani pemeriksaan lanjutan.
“Satu mengalami luka pada kaki dan satu diduga luka bakar ringan," terang dia.
Sementara itu, Kepala SPPG Desa Krajan Elvin Subekti membeberkan dapur program MBG itu belum beroperasi secara resmi.
Elvin menyebut insiden terjadi saat SPPG ini melakukan uji coba dan persiapan operasional.
"SPPG ini belum operasional dan belum melayani pendistribusian makanan. Kegiatan hari ini merupakan trial bersih-bersih dapur untuk persiapan operasional yang direncanakan pada tanggal 9 Februari," ungkap dia.
Dia menambahkan kegiatan ini melibatkan seluruh sukarelawan dari berbagai divisi.
Dia menerangkan ledakan terjadi sekitar pukul 10.40 WIB saat proses pengeringan ompreng menggunakan oven pada hari ketiga uji coba.
Pada dua hari sebelumnya, oven sudah digunakan dan berfungsi normal.
"Dari jumlah tersebut, delapan orang mengalami luka ringan akibat serpihan kaca, sementara 2 orang dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut," jelas Elvin.(ant)
Simak video pilihan redaksi berikut ini:




