Duet Maruf Amin-Abdussalam Shohib Bisa Kembalikan Jati Diri PBNU

jpnn.com
5 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - JAKARTA- Koordinator Bidang Pengkaderan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur 2018-2023 Ahmad Samsul Rijal menilai KH Ma’ruf Amin dan KH Abdussalam Shohib pasangan ideal untuk memimpin Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU).

Menurutnya, publik NU merindukan kepemimpinan yang teduh, mengakar dan kharismatik dengan kualitas pemimpin yang berkarakter serta bisa membangkitkan kebangggan terhadap organisasi.

BACA JUGA: Imam Jazuli Anggap Kiai Kafabihi Mahrus Pantas Memimpin NU

Sekretaris Forum Silaturrohim Kiai dan Pesantren itu pun berkata Muktamar ke-35 NU (mungkin Juli 2026) seharusnya melahirkan figur-figur yang bisa mengembalikan jati diri NU.

"Kiai Ma’ruf Amin dan Kiai Abdussalam Shohib merupakan pasangan ideal. Beliau berdua bisa mengembalikan jati diri NU yang dibanggakan nahdiyin, menguatkan akar jam’iyyah, dan menjawab tantangan jaman dengan peran PBNU lebih efektif," katanya.

BACA JUGA: Kiai Muda NU Minta PBNU Pecat Kader yang Ditetapkan Jadi Tersangka Korupsi

Ketua Pengurus Yayasan Islamic Center for Democracy and Human Rights Empowerment berkata, Ma’ruf Amin dikenal ulama konseptor ekonomi syariah Indonesia dan pelopor industri keuangan syariah. Dengan ragam ilmu dan keahlian, beliau ingin Indonesia menjadi pusat ekonomi syariah dunia dengan prinsip keadilan, keumatan, dan kedaulatan.

Sementara itu, Abdussalam Shohib -bisa dikenal dengan panggilan Gus Salam, adalah pengasuh, melanjutkan kepengasuhan PP Mamba’ul Ma’arif, Denanyar Jombang, yang didirikan kakeknya, KH Bishri Syansuri, salah satu muassis NU.

"Gus Salam di NU terbentuk dari genetika darah pejuang dan pendiri NU. Ditempa di lingkungan pesantren. Suka bergumul dengan para praktisi berbagai disiplin ilmu. Sehingga, pribadinya matang, terasah oleh pergaulan semua lapisan sosial, dari kalangan bawah hingga para tokoh-tokoh nasional," katanya.

"Rekam jejak Ma’ruf Amin dan Abdussalam Shohib telah memenuhi kompetensi, kualifikasi dan spesifikasi sebagai pemimpin PBNU yang dibutuhkan untuk mengembalikan NU pada jati diri jam’iyyah, tujuan dan misi pendiriannya, serta pengembangan peran organisasi untuk menjawab tantangan jaman," imbuh Samsul Rijal. (*/jpnn)


Redaktur & Reporter : Mufthia Ridwan


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jembatan Kaccia Barombong Dibangun Maret 2026, Anggaran Rp1 Miliar
• 8 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Hati-Hati, Pemda yang Gagal Kelola Sampah Bisa Dipenjara hingga 10 Tahun
• 42 menit laluliputan6.com
thumb
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Karena Tidak Bisa Beli Buku dan Pena, Tinggalkan Surat untuk Ibu
• 21 jam lalumedcom.id
thumb
DKI Siap Bantu Tangsel Tangani Sampah, Pramono Siap Kirim Truk jika Diperlukan
• 22 jam laludisway.id
thumb
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum Tegaskan Kedaulatan Usai Pernyataan Trump soal Perbatasan
• 12 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.