Kemenhut Cabut Izin Lembaga Konservasi Bandung Zoo, Kini Disegel

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mencabut izin lembaga konservasi Yayasan Margasatwa Tamansari (YMT) yang mengelola Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo).

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kemenhut Satyawan Pudiyatmoko mengatakan pencabutan izin itu agar negara dapat memastikan seluruh satwa tetap terlindungi.

“Negara tidak boleh membiarkan satwa menjadi korban dari persoalan administratif. Pencabutan izin ini kami lakukan untuk memastikan satwa di Kebun Binatang Bandung terlindungi dan tidak telantar,” katanya dilansir Antara, Kamis (5/2).

Kemenhut akan bertanggung jawab terhadap perawatan dan penyelamatan seluruh satwa selama maksimal tiga bulan ke depan hingga ditetapkan pengelola baru yang dinilai profesional serta memenuhi standar kesejahteraan satwa.

“Kebun Binatang Bandung adalah kebanggaan masyarakat Jawa Barat, khususnya Kota Bandung. Satwa yang ada di dalamnya adalah amanah yang harus kita jaga bersama,” ujarnya.

Pemerintah juga menegaskan kehadiran negara dalam menjaga aset daerah sekaligus menyelamatkan satwa melalui pengamanan Barang Milik Daerah (BMD) Kebun Binatang Bandung, menyusul pengosongan aktivitas YMT dan pencabutan izin lembaga konservasi tersebut oleh Menteri Kehutanan.

Kata Walkot Bandung

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan pengamanan kawasan Kebun Binatang Bandung untuk menata aset milik daerah dan memastikan keselamatan seluruh satwa.

“Kebun Binatang Bandung adalah tanah milik Pemerintah Kota Bandung yang berfungsi sebagai ruang terbuka hijau publik dengan fungsi perlindungan. Negara wajib hadir untuk menjaga aset ini dan memastikan satwa yang ada di dalamnya terlindungi,” ucapnya.

Ia menjelaskan penanganan Kebun Binatang Bandung secara bersama oleh pemerintah pusat melalui Kemenhut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Kehutanan, serta Pemerintah Kota Bandung agar masa transisi berjalan aman dan terkendali.

Ia menegaskan kewenangan terhadap satwa, khususnya satwa dilindungi, berada pada Kemenhut, sedangkan Pemkot Bandung mendukung upaya penyelamatan serta perawatan sesuai standar kesejahteraan.

“Satwa tidak boleh menjadi korban konflik administratif atau kelembagaan. Yang kami lakukan hari ini adalah memastikan mereka aman, dirawat, dan tidak telantar,” ujarnya.

Kini Disegel

Setelah izin konservasi dicabut, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung langsung melakukan penyegelan kawasan Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo).

Kepala Satpol PP Kota Bandung Bambang Sukardi mengatakan penyegelan tersebut bukan merupakan tindakan pengusiran atau eksekusi, melainkan bentuk penataan tata kelola serta perlindungan aset pemerintah daerah.

“Hari ini kami melakukan penyegelan untuk kepentingan kita bersama. Di dalam kawasan masih terdapat satwa dan para pekerja, sehingga langkah pengamanan dilakukan secara terukur dan tetap mengedepankan koordinasi,” kata Bambang di Bandung.

Ia menjelaskan Satpol PP bersama pihak terkait akan melakukan pengamanan menyeluruh terhadap area kebun binatang guna memastikan aset milik daerah tetap terlindungi.

“Ini bukan tindakan penggusuran ataupun eksekusi. Kehadiran kami di sini justru sebagai bentuk dukungan agar pemerintah kota bisa berkolaborasi dengan seluruh pihak untuk menyelesaikan persoalan ini secara baik,” ujarnya.

Bambang menambahkan berbagai temuan dan kondisi di lapangan akan segera dilaporkan kepada Wali Kota Bandung Muhammad Farhan sebagai bahan pertimbangan dalam penentuan kebijakan lanjutan.

Menurut dia, Pemerintah Kota Bandung berkomitmen menjaga keberlangsungan perlindungan satwa serta memastikan para pekerja di kawasan tersebut tetap mendapat perhatian selama masa transisi pengelolaan.

“Dalam waktu dekat akan kami komunikasikan kepada pimpinan. Prinsipnya, pengamanan ini untuk kepentingan bersama, demi tertibnya pengelolaan aset daerah,” katanya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
​​​​​​​Ramalan Cinta Zodiak 6 Februari 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, hingga Pisces
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Markas Piala Dunia Ronaldo Cs di Amerika Mungkin di “Halaman Belakang Messi”
• 2 jam laluharianfajar
thumb
Buku dan Pulpen yang Tak Terjangkau, Relevansi Sekolah Rakyat Dipertanyakan
• 2 jam lalubisnis.com
thumb
Fakta Baru! Siswa SMP Pelaku Molotov di Kalbar Satu Komunitas dengan Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta
• 4 jam lalusuara.com
thumb
Dukung Sistem Multipartai Sederhana, Golkar Tak Sepakat Ambang Batas Parlemen Dihapus
• 22 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.