Dukung Sistem Multipartai Sederhana, Golkar Tak Sepakat Ambang Batas Parlemen Dihapus

jpnn.com
3 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Jenderal Golkar Sarmuji menyebut sistem multipartai sederhana menjadi metode yang tepat unntuk diterapkan di negara penganut presidensial seperti Indonesia. 

Hal demikian dikatakan Sarmuji demi menjawan pertanyaan awak media soal kemungkinan penghapusan ambang batas parlemen atau parlementary treshold. 

BACA JUGA: Fraksi Golkar DPR Membahas Implementasi UU Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Begini Harapan Sari Yuliati

"Jadi apa saja instrumen apa saja yang yang bisa diterapkan untuk menuju sistem multipartai sederhana Golkar pasti akan setuju," kata dia ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (4/2).

Ketua fraksi Golkar itu menuturkan sistem multipartai sederhana bisa terjadi ketika negara menerapkan ambang batas parlemen atau parlementary treshold.

BACA JUGA: Golkar Siapkan 3 Kandidat untuk Jabatan Wakil Ketua Komisi III

"Paling penting kita harus menyadari bahwa parliamentary threshold itu merupakan salah satu instrumen untuk menuju sistem multipartai sederhana," kata Sarmuji. 

Namun, Sarmuji belum bisa mengungkap angka ideal parlementary treshold yang bakal diajukan Golkar pada Pemilu 2029.

BACA JUGA: Sikap Gerindra-Golkar Beda dengan Konstituen Soal Pilkada, Pengamat Bilang Begini

"Ya, angka nanti bisa dibicarakan, ya, angkanya bisa dibicarakan berapa yang yang bisa disepakati bersama," ujarnya.

Sebelumnya, Waketum PAN Eddy Soeparno menyebut partainya mengusulkan ambang batas parlemen atau parlementary treshold dihapuskan.

Dia berkata demikian menjawab pertanyaan awak media terkait usul CSIS untuk menurunkan ambang batas parlemen dalam RUU Pemilu.

"Kami termasuk di antara partai yang dari dahulu memang menginginkan adanya penghapusan ambang batas, baik itu pilpres maupun untuk pemilihan legislatif, ya," kata Eddy di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (29/1).

Sebab, kata pria yang menjabat Wakil Ketua MPR RI itu, ambang batas membuat suara jutaan pemilih terakomodasi partai akibat gagal lolos ke Senayan.

"Itu jumlahnya tidak kecil, belasan juta," kata Eddy. (ast/jpnn)


Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : Aristo Setiawan


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Video: Iran Siap Berdiplomasi Dengan AS
• 22 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Anggota DPR: Pemisahan hukum pengedar dan pengguna narkoba harus tegas
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
Konsumsi Baja RI Masih Rendah, Kemenperin Paparkan Strategi Dongkrak Industri
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Ramai Peserta PBI JK BPJS Kesehatan Tidak Aktif, Ini Cara Mengaktifkannya Kembali
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Langgar Perlintasan Kereta, Mobil Terlibat Insiden di Cilacap
• 10 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.