MERAHPUTIH.COM — JURNALIS dari 30 media mengikuti ujian kompetensi wartawan (UKW) yang digelar Perum Lembaga Kantor Berta National (LKBN) ANTARA di gedung ANTARA Heritage Center, Pasar Baru, Jakarta, Rabu hingga Kamis (4-5 Februari).
Direktur Komersial, Pengembangan Bisnis, dan Teknologi Informasi (Dirkombis) ANTARA Rachmat Hidayat menegaskan pentingnya menjaga kualitas, etika, dan profesionalisme jurnalis ditengah dinamika industri media yang terus berkembang, termasuk perubahan cara liputan, produksi, hingga distribusi berita lintas platform.
“Hari ini kita akan bicara mengenai cara liputan, cara membuat berita, cara distribusinya, dan bagaimana kita bisa mempertahankan kode etik jurnalistik dalam menjalankannya,” kata Rachmat Hidayat pada pembukaan UKW, Rabu (4/2).
Ia menambahkan ANTARA berkomitmen mendukung peningkatan kapasitas wartawan dari berbagai platform agar mampu menghasilkan karya jurnalistik yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab, baik dalam bentuk teks, foto, maupun video. UKW diikuti peserta dari berbagai platform, mulai dari foto, video, hingga teks. UKW ini merupakan angkatan ke-36 yang diselenggarakan ANTARA sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi wartawan Indonesia.
Pelaksanaan UKW mencakup sejumlah tahapan penilaian, antara lain uji pemahaman etika jurnalistik, kemampuan liputan, penulisan, dan penyuntingan berita, hingga penguasaan teknis sesuai bidang setiap peserta. Seluruh peserta dinilai penguji besertifikat yang ditunjuk sesuai dengan standar Dewan Pers.
Baca juga:
Tingkatkan Profesionalisme Jurnalis, LKBN Antara Gelar Pra-UKW
Melalui UKW ini, ANTARA berharap para wartawan peserta dapat meningkatkan kompetensi sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap produk jurnalistik media massa.
“Saya berharap, mudah-mudahan para peserta dapat mengikuti UKW dengan baik dan semua dapat lulus dengan status kompeten,” kata Rachmat.
Peserta UKW Thoudy Badai Rifanbillah mengapresiasi diselengarakannya UKW ini, menurutnya penyelenggaraan ini memberikan ilmu yang berguna untuk para peserta mengenai bagaimana menjadi wartawan yang baik dan sesuai kode etik.
“Karena di UKW ini diajarkan bagaimana menjadi jurnalis yang baik dan tidak melanggar kode etik, kita juga diajarkan bagaimana berinteraksi dengan nara sumber. Juga diajarkan mengenai UU Pers juga. Jadi ini sesuatu yang harus dilakukan, agar jurnalis-jurnalis di Indonesia mendapatkan titel yang kompeten,” kata Thoudy.(*)
Baca juga:
ANTARA Gelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Jakarta

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5493748/original/061055100_1770265909-bandung_zooooo.jpeg)


