Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) membukukan laba bersih senilai Rp56,3 triliun secara konsolidasi. Angka ini naik 0,93% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp55,78 triliun.
Pada periode yang sama, BMRI membukukan kredit senilai Rp1.895 triliun atau naik 13,4% YoY. Pada sisi himpunan dana pihak ketiga (DPK) tercatat senilai Rp2.106 triliun atau naik 23,9% YoY dengan pertumbuhan dana murah sebesar 12,6% YoY senilai Rp1.431 triliun.
Sebelumnya, berdasarkan konsensus analis Bloomberg, laba bersih Bank Mandiri pada 2025 diproyeksikan mencapai Rp51,3 triliun.
Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit pada 2025 diperkirakan meningkat menjadi Rp1.803,6 triliun, dibandingkan Rp1.670,5 triliun pada 2024, atau tumbuh sekitar 7,97% YoY.
Sejalan dengan ekspansi kredit, pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) pada 2025 diproyeksikan naik menjadi sekitar Rp107,40 triliun, dari Rp101,76 triliun pada 2024.
Analis memproyeksikan net interest margin (NIM) Bank Mandiri turun dari 5,15% pada 2024 menjadi sekitar 4,87% pada 2025. Dari sisi pendapatan, net revenue Bank Mandiri pada 2025 diperkirakan mencapai Rp154,50 triliun, relatif meningkat dibandingkan Rp146,60 triliun pada 2024. Sementara itu, rasio efisiensi (cost to income ratio/CIR) diproyeksikan naik ke level 45,3% pada 2025, dibandingkan 40,0% pada 2024.




