Jakarta, tvOnenews.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkap konsentrasi kemiskinan nasional masih bertumpu di Pulau Jawa.
Dari total 23,36 juta penduduk miskin per September 2025, sebanyak 12,32 juta orang atau 52,75 persen tercatat tinggal di wilayah dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia tersebut.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan dominasi Pulau Jawa dalam peta kemiskinan nasional sejalan dengan proporsi jumlah penduduknya yang juga paling besar dibandingkan wilayah lain.
“Jumlah penduduk miskin terlihat terkonsentrasi di Pulau Jawa, di mana 12,32 juta orang miskin berada di Pulau Jawa atau sekitar 52,75% dari keseluruhan penduduk miskin di Indonesia,” ujar Amalia dalam konferensi pers, Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Di bawah Pulau Jawa, Sumatera menjadi wilayah dengan jumlah penduduk miskin terbesar kedua, yakni 5,08 juta orang atau sekitar 21,74 persen dari total nasional.
Sementara itu, Pulau Kalimantan mencatat jumlah penduduk miskin paling sedikit, sekitar 880.000 orang atau setara 3,76 persen dari total penduduk miskin Indonesia.
BPS juga mencatat sebaran kemiskinan di wilayah lain, yakni Bali dan Nusa Tenggara dengan total 1,83 juta penduduk miskin, Sulawesi sebanyak 1,80 juta orang, serta Maluku dan Papua sekitar 1,45 juta orang.
Meski konsentrasi kemiskinan masih tinggi di Jawa, BPS menegaskan tren perbaikan terjadi secara nasional. Dibandingkan Maret 2025, tingkat kemiskinan tercatat menurun di seluruh wilayah Indonesia.
Penurunan paling signifikan terjadi di kawasan Maluku dan Papua, dengan penurunan tingkat kemiskinan mencapai 0,68 persen hingga September 2025, mencerminkan perbaikan kondisi sosial ekonomi di kawasan timur Indonesia. (agr/dpi)


