Konferensi Tingkat Tinggi Kebebasan Beragama Internasional Membongkar Penganiayaan Falun Gong oleh Partai Komunis Tiongkok

erabaru.net
4 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kebebasan Beragama Internasional 2026 pada Selasa (3/2/2026) kembali digelar di Washington DC, Amerika Serikat. KTT ini membahas bagaimana melindungi kebebasan beragama para pengungsi serta isu represi lintas negara. Dalam sebuah seminar khusus tentang penganiayaan agama yang diadakan pada Senin (2/2/2026), para pakar secara khusus menyoroti penganiayaan brutal rezim Partai Komunis Tiongkok (PKT) terhadap kelompok kepercayaan Falun Gong.

Reporter New Tang Dynasty Television Bo Lei melaporkan : “KTT Kebebasan Beragama Internasional sedang berlangsung di Washington DC. Sebuah seminar khusus yang digelar pada hari Senin mengungkap bagaimana penganiayaan agama secara bertahap berubah menjadi sesuatu yang dianggap normal.”

Para pakar yang hadir secara mendalam menganalisis pola penindasan, serta bagaimana pola tersebut meresap ke dalam sistem hukum, perilaku aparat, dan kehidupan sehari-hari. Mereka secara khusus menyinggung rezim PKT.

“Awalnya selalu menggunakan pola yang sama: propaganda terlebih dahulu, lalu masuk ke sistem peradilan, di mana polisi diberi insentif untuk menangkap penganut agama. Selanjutnya, penganiayaan meluas ke sistem penjara, bahkan hingga ke rumah sakit dengan praktik pengambilan organ,” ujar peneliti senior Falun Dafa Information Center, Cynthia Sun. 

“Saya pikir, menjatuhkan sanksi terhadap pejabat tingkat bawah sejauh mungkin adalah langkah yang penting. Selama mereka adalah pejabat lokal, misalnya tingkat kabupaten, hal itu lebih memiliki efek jera dibanding langsung menjatuhkan sanksi kepada Xi Jinping,” katanya. 

“Jika sebelum praktisi Falun Gong ditangkap dan dipenjara, penganiayaan dapat dihentikan berkat perhatian media internasional dan publik, maka ibu Simon Zhang (Ji Yunzhi) tidak akan meninggal dunia, dan Pang Xun juga tidak akan kehilangan nyawanya,” tambahnya. 

Para ketua bersama KTT Kebebasan Beragama Internasional memperingatkan bahwa jika PKT dan rezim komunis lainnya menjadikan penganiayaan semacam ini sebagai hal yang lumrah, maka kelompok-kelompok beriman akan menghadapi kerusakan yang serius dan berkepanjangan.

“Tanda-tanda bahaya sebenarnya sudah muncul sejak awal. Anda akan melihat pemerintah mengeluarkan pernyataan yang menyebut kelompok tertentu bermasalah, atau mulai mengubah sikap media, seolah-olah sedang mempersiapkan penganiayaan terhadap kelompok tersebut,” kata Ketua bersama KTT, Sam Brownback. 

Ketua bersama lainnya, Katrina Lantos Swett, menyatakan: “Di negara seperti Tiongkok (di bawah PKT), penganiayaan terhadap Falun Gong, Muslim Uighur, atau umat Buddha Tibet telah menjadi hal yang biasa. Ketika mayoritas masyarakat tidak lagi merasa terkejut, marah, atau muak terhadap tindakan semacam ini, dan tidak lagi membencinya, maka rezim tersebut dapat dengan leluasa menganiaya dan menyakiti kelompok-kelompok yang rentan.”

Reporter Bo Lei menambahkan: “Mereka juga membagikan cara-cara Amerika Serikat dalam menanggapi situasi tersebut.”

Brownback mengatakan: “Kita dapat menggunakan Global Magnitsky Act untuk menjatuhkan sanksi terhadap individu maupun para pemimpin. Kita juga dapat memberlakukan sanksi luas terhadap seluruh pemerintahan, bahkan bisa melakukan tindakan militer, seperti yang dilakukan Presiden Trump terhadap Nigeria.”

Pada hari Selasa, rangkaian kegiatan KTT masih berlanjut. Penyelenggara juga telah mulai mempersiapkan hari pelobian ke Kongres yang akan digelar pada Rabu (4 Februari). Pada kesempatan tersebut, para pakar akan menyampaikan tuntutan mereka secara langsung kepada anggota Kongres AS.

Reporter Bo Lei menyampaikan: “Mereka berencana menggunakan berbagai cara, termasuk sesi pengarahan, konferensi pers, serta pertemuan langsung dengan para legislator, dengan fokus utama pada bagaimana melindungi para korban penganiayaan agama.”

Reporter New Tang Dynasty Television, Bo Lei, melaporkan dari Washington DC, Amerika Serikat.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bulog Pastikan Stabilitas Harga dan Stok Pangan Terjaga Jelang Ramadan 2026
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
Megawati jelaskan posisi PDI P di luar pemerintahan ke Pangeran Khaled
• 6 jam laluantaranews.com
thumb
PKB Dukung Prabowo Gabung Board of Peace, Tegaskan Komitmen Bela Palestina
• 23 jam lalumerahputih.com
thumb
Langkah Tegas Polri Bisa Picu Sentimen Positif Investor Pasar Modal
• 21 jam lalubisnis.com
thumb
Kita Sering Menyebut Lelah, tapi Jarang Benar-Benar Berhenti
• 19 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.