Megawati jelaskan posisi PDI P di luar pemerintahan ke Pangeran Khaled

antaranews.com
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum PDI Perjuangan (PDI P), Megawati Soekarnoputri, melakukan pertemuan hangat dengan Putra Mahkota Abu Dhabi, Sheikh Khaled Bin Mohamed Bin Zayed Al Nahyan.

Pertemuan tersebut berlangsung di Istana Kepresidenan Qasr Al Watan (Palace of the Nation), Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UAE), pada Rabu waktu setempat

Dalam pertemuan tersebut, Megawati yang juga mantan presiden tidak hanya membahas hubungan kedua bangsa, tetapi juga menyinggung dinamika politik dalam negeri Indonesia, termasuk hubungannya dengan Presiden Prabowo Subianto.

Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Agama (non-aktif) yang juga Duta Besar untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi, mengungkapkan, Megawati menjelaskan secara terbuka mengenai persahabatannya dengan Presiden Prabowo.

"Dalam pertemuan dengan Putera Mahkota Abu Dhabi di Istana Negara Abu Dhabi, Ibu Megawati Soekarnoputri menjelaskan persahabatan dengan Presiden Prabowo. Beliau menyampaikan, 'Saya dengan Presiden Prabowo bersahabat cukup lama. Kami mempunyai visi besar tentang Indonesia Raya," ujar Misrawi, dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA, di Jakarta, Kamis.

Keakraban kedua tokoh bangsa tersebut tergambar dari sapaan akrab yang mereka gunakan sehari-hari.

"Saya biasa memanggil Presiden Prabowo dengan panggilan 'Mas'. Presiden Prabowo memanggil saya dengan panggilan 'Mbak'. Hal ini membuktikan persahabatan kami sangat baik," lanjut Megawati dalam pemaparannya kepada Pangeran Khaled UEA.

Meski memiliki hubungan personal yang sangat baik, Megawati menegaskan kepada Putra Mahkota bahwa secara sikap politik kepartaian, PDIP tetap teguh berada di jalur independen atau di luar kabinet.

Megawati menyebut posisi ini sebagai "penyeimbang".

"Meskipun demikian, Ibu Megawati menambahkan bahwa secara politik, PDIP memilih sebagai penyeimbang dan berada di luar pemerintahan," jelas Zuhairi.

Megawati menekankan bahwa posisi di luar pemerintahan diambil untuk menjaga mekanisme check and balance demi kepentingan rakyat.

"Kami memilih berada di luar pemerintahan sebagai penyeimbang. Jika pemerintah melakukan hal yang baik untuk rakyat, kami dukung. Tapi jika dalam pelaksanaanya ada hal-hal yang kurang baik, kami akan mengoreksi dan memberikan masukan," tegas Megawati.

Dalam kesempatan itu, Megawati juga memberikan pencerahan mengenai sistem ketatanegaraan Indonesia. Ia meluruskan bahwa dalam sistem presidensial yang dianut Indonesia, terminologi "oposisi" tidaklah tepat.

"Kami menganut sistem presidensiil, yang tidak mengenal oposisi dan koalisi. Yang ada adalah bersama pemerintah dan di luar pemerintah. Oposisi hanya dianut dalam sistem parlementer," terang Megawati.

Mendengar penjelasan komprehensif dari tokoh senior politik Indonesia tersebut, Putra Mahkota Sheikh Khaled Bin Mohamed Bin Zayed Al Nahyan memberikan respons positif.

Ia menyimak dengan saksama dan menghormati sikap politik yang diambil oleh Megawati dan partainya.

"Kami dapat memahami penjelasan Yang Mulia Ibu Megawati," ujar Putra Mahkota UAE merespons penjelasan tersebut.

Megawati didamping putranya yang juga Ketua DPP PDI P, Muhammad Prananda Prabowo; istri Prananda Prabowo, Nancy Prananda, Misrawi dan Kepala Badan Riset & Analisis Kebijakan Strategis PDI P, Andi Widjayanto.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Wisatawan RI ke Korsel Tembus 365 Ribu pada 2025, Tertinggi Ke-4 di ASEAN
• 20 jam laluidxchannel.com
thumb
Agensi Benarkan Hubungan Asmara Ha Jung Woo dan Cha Jung Won, Ada Rencana Menikah
• 2 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Hati-hati! Muncul Hoaks Rekrutmen CPNS Kejaksaan di Medsos
• 10 menit lalukumparan.com
thumb
KPK Sebut Gubernur Jatim Khofifah Minta Tunda Jadi Saksi di Sidang Dana Hibah
• 10 menit lalukompas.com
thumb
Tragedi Siswa SD Bunuh Diri di NTT, Istana Minta Kepala Desa Aktif Pantau Warga Miskin
• 9 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.