Kementerian Kelautan dan Perikanan RI (KKP) memperkuat kerja sama strategis dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam mendukung pelaksanaan program prioritas nasional di sektor kelautan dan perikanan. Kolaborasi ini diarahkan untuk mempercepat pembangunan sektor kelautan dan perikanan sekaligus menopang ketahanan pangan nasional.
Sinergi ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara KKP dan TNI yang berlangsung di Cilangkap. Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono menegaskan kolaborasi lintas sektor ini menjadi fondasi penting dalam memastikan program prioritas pemerintah berjalan efektif dan berkelanjutan.
"Ekonomi Biru yang kami dorong menempatkan ekologi sebagai panglima. Untuk itu, diperlukan dukungan pengamanan, pendampingan lapangan, dan kemampuan logistik TNI agar program-program KKP dapat dieksekusi lebih cepat, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pesisir," ujar Trenggono, dalam keterangan tertulis, Rabu (4/2/2026).
Pada 2026, KKP mengemban sejumlah program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto, di antaranya pembangunan 1.100 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), revitalisasi tambak budidaya di Pantura Jawa, pengembangan kawasan tambak udang terintegrasi, budidaya tematik di 500 kabupaten/kota, swasembada garam, hingga modernisasi kapal perikanan.
Seluruh program tersebut dinilai sejalan dengan peran strategis TNI dalam menjaga keamanan wilayah produksi pangan laut serta menjamin kelancaran distribusi hasil perikanan ke berbagai daerah.
Trenggono menambahkan kerja sama KKP dan TNI tidak hanya bersifat sektoral, tetapi juga menyentuh aspek pendampingan teknis, pemanfaatan sarana dan prasarana, pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
"Dengan keterlibatan TNI, kami optimistis kedaulatan pangan berbasis kelautan dan perikanan dapat terwujud, sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan dan masyarakat pesisir," tegas Trenggono.
Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menegaskan kesiapan penuh pihaknya dalam mendukung program-program prioritas KKP agar dapat berjalan berkelanjutan.
Menurut Agus, program yang disampaikan Trenggono memiliki kesesuaian dengan struktur dan komitmen organisasi TNI yang tersebar di berbagai wilayah, termasuk yang bersinggungan langsung dengan sektor perikanan dan kelautan.
"Program-program yang disampaikan oleh Bapak Menteri ini sangat penting dan agar bisa berjalan secara terus-menerus, TNI siap mendukung. Organisasi kami memiliki komitmen di sektor kelautan dan perikanan yang tersebar di sejumlah wilayah," ujar Agus.
Agus mencontohkan keberadaan satuan TNI di kawasan pesisir, termasuk di wilayah Pantai Selatan, sudah mulai diarahkan untuk mendukung kegiatan produktif yang sejalan dengan kebijakan pemerintah.
Agus juga mengungkapkan rencana penambahan 150 batalion TNI pada tahun ini yang akan ditempatkan di lokasi-lokasi strategis sesuai arahan Presiden, guna mendukung kementerian dan lembaga terkait.
"Penempatan ini akan disesuaikan dengan kebijakan Bapak Presiden agar bisa memberikan dukungan nyata terhadap program kementerian, termasuk KKP," kata Agus.
Lebih lanjut, Panglima TNI menilai sinergi KKP dan TNI akan mempercepat pencapaian target pembangunan sektor kelautan dan perikanan, sekaligus menjaga sumber daya nasional agar tidak dimanfaatkan secara ilegal oleh pihak lain.
"Dengan sinergitas ini, apa yang disampaikan Bapak Menteri tadi bisa tercapai lebih cepat. Kami siap mendukung penuh program-program KKP," pungkasnya.
(akd/ega)





