Pantau - Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani meminta pemerintah memperkuat edukasi publik terkait pencegahan virus Nipah agar masyarakat memiliki pengetahuan yang memadai mengenai penyakit zoonosis berisiko tinggi tersebut.
Netty menilai penguatan edukasi publik penting untuk membangun pemahaman yang benar di tengah masyarakat sehingga tidak menimbulkan kepanikan berlebihan maupun stigma terhadap kelompok tertentu.
Ia menekankan edukasi kepada masyarakat harus berfokus pada langkah pencegahan sederhana namun krusial seperti memastikan keamanan konsumsi makanan, penanganan produk hewan secara benar, serta penerapan pola hidup bersih dan sehat dalam aktivitas sehari-hari.
Netty menegaskan penguatan riset dan kolaborasi antara Kementerian Kesehatan, Badan Riset dan Inovasi Nasional, serta institusi akademik menjadi penting mengingat hingga saat ini belum tersedia pengobatan maupun vaksin khusus untuk virus Nipah.
Ia menyatakan meskipun Indonesia belum mencatat adanya kasus virus Nipah, kewaspadaan nasional tetap harus diperkuat karena virus ini memiliki tingkat kematian tinggi dan bersifat zoonosis atau dapat menular dari hewan ke manusia.
Netty mengapresiasi langkah Kementerian Kesehatan yang telah menerbitkan surat edaran untuk meningkatkan pengawasan terhadap pelaku perjalanan internasional serta barang dari negara-negara yang terdampak virus Nipah.
Ia menilai pengawasan di pintu masuk negara sudah berjalan baik melalui penggunaan alat pemindai suhu tubuh, pemanfaatan aplikasi Satu Sehat Health Pass, serta kesiapsiagaan petugas kesehatan di lapangan.
Virus Nipah diketahui dapat menular melalui kontak langsung dengan hewan terinfeksi atau konsumsi makanan yang terkontaminasi dengan gejala demam, sakit kepala, nyeri otot, peradangan otak, hingga berisiko menyebabkan koma.
Upaya edukasi dan kesiapsiagaan yang berkelanjutan dinilai menjadi langkah penting untuk meminimalkan potensi risiko penyebaran virus Nipah di Indonesia.



