AS dan Iran Menjadwalkan Negosiasi Mendesak untuk Mencegah Perang

erabaru.net
3 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. AS dan Iran telah sepakat untuk mengadakan negosiasi di Muscat (Oman) pada hari Jumat, 6 Februari, menurut publikasi Reuters.

Meskipun telah menyepakati lokasi dan tanggal, kedua pihak belum menyepakati agenda: Teheran bersikeras untuk membahas program nuklirnya secara eksklusif, sementara Washington ingin memasukkan rudal balistik dan keamanan regional.

Negosiasi berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. AS meningkatkan kehadiran militernya di kawasan tersebut menyusul ancaman Trump tentang kemungkinan serangan terhadap Iran, sementara Iran khawatir bahwa skenario militer apa pun dapat meng destabilisasi situasi di dalam negeri.

Awalnya, pertemuan dijadwalkan di Istanbul, tetapi Teheran mengusulkan untuk memindahkannya ke Oman untuk membatasi diskusi pada masalah nuklir. Pejabat tinggi Amerika, termasuk menantu Trump, Jared Kushner, dan utusan khusus AS, Steven Witkoff, diharapkan akan berpartisipasi dalam negosiasi bersama dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi.

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio menekankan bahwa negosiasi tersebut tidak hanya mencakup program nuklir, tetapi juga jangkauan rudal balistik Iran, dukungan untuk kelompok proksi regional, dan perlakuan Iran terhadap penduduknya sendiri. Sebagai tanggapan, para pejabat Iran menyatakan bahwa pembahasan program rudal tidak dipertimbangkan, dan prasyarat apa pun dapat membahayakan negosiasi.

Upaya diplomatik ini dilakukan setelah serangan militer AS dan Israel terhadap Iran tahun lalu, yang menyebabkan eskalasi di kawasan tersebut dan meningkatkan risiko konflik skala besar. Ketegangan semakin meningkat akibat insiden baru-baru ini yang melibatkan drone dan kapal militer Iran di dekat kapal induk Abraham Lincoln di Teluk Persia.

Meskipun terdapat perbedaan pendapat mengenai agenda, kedua belah pihak telah menegaskan kesediaan mereka untuk terlibat dalam dialog, dengan harapan negosiasi akan membantu mencegah eskalasi dan berkontribusi pada stabilisasi situasi di Timur Tengah.(yn)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
BPS Catat Warga Miskin di DKI Turun Jadi 439 Ribu Orang September 2025
• 5 jam laludetik.com
thumb
XLSMART Tingkatkan Pengalaman Digital Pelanggan Lewat XL Ultra 5G Plus
• 22 jam lalugenpi.co
thumb
BI Telusuri Asal-usul Cacahan Uang Rupiah di TPS Liar Bekasi
• 23 jam lalukompas.com
thumb
Sambut Ramadan, PBBDD dan PMI Pekanbaru Gelar Donor Darah
• 20 jam lalutvrinews.com
thumb
Rehabilitasi Mangrove Teluk Pangpang di Banyuwangi Jatim untuk Lingkungan dan Ekonomi Pesisir
• 4 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.