BPS: MBG Ikut Berkontribusi ke Pertumbuhan Ekonomi 2025

viva.co.id
10 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah ikut berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia di sepanjang tahun 2025 yang tumbuh sebesar 5,11 persen.

Pasalnya, BPS mencatat bahwa seluruh aktivitas ekonomi yang terjadi di dalam negeri, termasuk yang dipicu oleh pelaksanaan program MBG, juga turut diperhitungkan dalam pertumbuhan ekonomi nasional tersebut.

Baca Juga :
BPS: Konsumsi Rumah Tangga Masih Jadi Penopang Pertumbuhan Ekonomi RI 2025
Ketimpangan Orang Miskin dan Kaya di Indonesia Capai 0,363, BPS: Turun 0,012 Poin

"Seluruh aktivitas yang ada dalam perekonomian Indonesia dicatat oleh BPS, termasuk aktivitas ekonomi yang tercipta akibat program makan bergizi gratis (MBG)," kata Amalia dalam telekonferensi pers di Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti
Photo :
  • VIVA.co.id/Anisa Aulia

Dia menjelaskan, kontribusi Program MBG tercermin baik dari sisi pengeluaran maupun dari sisi lapangan usaha. Program tersebut mendorong aktivitas ekonomi melalui peningkatan konsumsi sekaligus pergerakan sektor-sektor usaha yang terlibat dalam rantai penyediaannya.

"Dari sisi lapangan usaha, Program MBG memberikan nilai tambah di beberapa sektor antara lain untuk penyediaan makan dan minuman, dan ini terangkum dalam data pertumbuhan ekonomi kami," ujar Amalia.

Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga menjadi sumber pertumbuhan terbesar dengan kontribusi 2,62 persen dan tumbuh sebesar 4,98 persen. Selanjutnya, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) berkontribusi 1,58 persen dengan pertumbuhan 5,09 persen.

Komponen net ekspor juga memberikan andil sebesar 0,74 persen, dengan pertumbuhan signifikan mencapai 7,03 persen. Kinerja ini didorong oleh peningkatan nilai ekspor barang non-migas serta ekspor jasa.

Sementara dari sisi lapangan usaha, industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan tertinggi dengan kontribusi 1,07 persen dan tumbuh 5,30 persen.

Disusul dengan sektor perdagangan yang tercatat pertumbuhan 5,49 persen dengan kontribusi 0,72 persen, sedangkan sektor pertanian tumbuh 5,33 persen dan berkontribusi 0,60 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Adapun BPS mencatat nilai Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia atas dasar harga konstan (ADHK) sepanjang 2025 mencapai Rp 13.580,5 triliun, sedangkan PDB atas dasar harga berlaku (ADHB) tercatat sebesar Rp 23.821,1 triliun.

Sementara itu, pada kuartal IV-2025, nilai PDB ADHK mencapai Rp 3.474 triliun dan PDB ADHB sebesar Rp 6.147,2 triliun. Pada periode tersebut, ekonomi Indonesia tumbuh 5,39 persen secara tahunan (yoy) dan 0,86 persen secara kuartalan (qtq).

Baca Juga :
BPS Klaim Jumlah Pengangguran Turun Jadi 7,35 Juta Orang, Cek Datanya
Ekonomi Kuartal IV-2025 Tumbuh 5,39 Persen, BPS: Pertumbuhan Kuartal IV Tertinggi Sejak Pandemi
BPS: Pertumbuhan Ekonomi RI Sepanjang 2025 Tumbuh 5,11 Persen

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Skema Ketat Penjualan Tiket Derby PSIM vs Persis: Maksimalkan Wadah Suporter demi Keamanan
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Tumbangkan Jepang, Timnas Futsal Indonesia Siap Duel Lawan Iran
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ramalan Cuaca Hari Ini: Jabodetabek bakal Diguyur Hujan Ringan
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
AAJI Blak-blakan Cara Asuransi Jiwa Jaga Rasio Klaim Asuransi Kesehatan
• 15 jam lalubisnis.com
thumb
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah: Kepentingan Nasional Tak Dikorbankan dalam Kebijakan Luar Negeri
• 16 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.