BPS DIY: Penduduk Miskin di DIY Berkurang 3.030 Jiwa, Tersisa 422,79 Ribu Orang

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Badan Pusat Statistik (BPS) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat jumlah penduduk miskin di DIY pada September 2025 mencapai 422,79 ribu jiwa atau setara 10,08 persen dari total penduduk. Angka tersebut turun 3.030 orang dibandingkan Maret 2025.

Plt Kepala BPS DIY, Endang Tri Wahyuningsih, menyebut persentase penduduk miskin pada September 2025 turun 0,15 poin dibandingkan Maret 2025 dan turun 0,32 poin dibandingkan September 2024.

“Jumlah dan persentase penduduk miskin September ini turun menjadi 10,08 persen dari 10,23 persen. Berkurang 3,03 ribu orang, sedikit lagi kita akan mencapai satu digit semoga,” kata Endang saat memaparkan data di Kantor BPS DIY, Kamis (5/2).

“Persentase ini turun 0,15 poin terhadap Maret 2025, turun 0,32 persen poin terhadap September 2024,” sambungnya.

BPS mencatat jumlah penduduk miskin di DIY pada Maret 2025 berada di angka 425,82 ribu jiwa. Dengan demikian, angka kemiskinan pada September 2025 mengalami penurunan dalam satu semester terakhir.

Berdasarkan wilayah, tingkat kemiskinan di perdesaan pada September 2025 tercatat sebesar 10,37 persen. Sementara itu, tingkat kemiskinan di wilayah perkotaan berada di angka 9,99 persen.

Angka kemiskinan di wilayah perkotaan tersebut untuk pertama kalinya berada di satu digit dalam setidaknya lima tahun terakhir.

“Yang menggembirakan perkotaan sudah turun satu digit. Nanti kita akan lihat bagaimana nanti karena ada dua, Maret dan September,” ujar Endang.

Data kemiskinan ini dihimpun melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2025. Penduduk miskin didefinisikan sebagai penduduk dengan rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan.

Adapun garis kemiskinan di DIY pada September 2024 tercatat sebesar Rp 649.331 per kapita per bulan.

Meski jumlah penduduk miskin pada September 2025 berkurang 3.030 orang, penurunan ini lebih kecil dibandingkan periode sebelumnya. Pada Maret 2025, jumlah penduduk miskin di DIY tercatat berkurang sekitar 4.700 orang.

Sementara itu, Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda DIY, Eling Priswanto, menyampaikan bahwa pembangunan wilayah selatan DIY menjadi salah satu fokus dalam upaya penurunan angka kemiskinan.

“Kami berusaha selalu mempertimbangkan pembangunan ini dengan memfokuskan pada mungkin di kantong-kantong kemiskinan khususnya di wilayah Selatan DIY,” kata Eling di lokasi yang sama.

“Tentunya nanti kami dari Biro Perekonomian selaku apa yang akan memberikan rekomendasi kebijakan kepada pimpinan dan itu akan ditindaklanjuti oleh teman-teman dari dinas supaya pembangunan bisa lebih merata dan itu akhirnya juga akan menurunkan tingkat kemiskinan maupun pengangguran terbuka di DIY,” lanjutnya.

Wilayah selatan DIY menjadi perhatian karena perkembangan kawasan perkotaan di wilayah utara dinilai telah relatif lebih baik. Penguatan pembangunan ke depan diarahkan ke Kabupaten Bantul, Kulon Progo, dan Gunungkidul.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Multicrane Perkasa Dorong Peran Alat Berat untuk Pengembangan Waste-to-Energy di Indonesia
• 22 jam lalujpnn.com
thumb
Polisi: Cyber Bullying dan Saling Tantang Jadi Pemicu Tawuran
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tidak Mendadak, Juda Agung Ungkap Alasan Mundur dari Bank Indonesia
• 3 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Pasca-Banjir Bandang di Jember, Ratusan Warga Desa Pakis Krisis Air Bersih | SAPA SIANG
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Danantara Targetkan Merger BUMN Karya Rampung Semester II/2026
• 23 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.