Terkini, Makassar — Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar periode 2026–2030 resmi dilantik di Hotel Arya Duta Makassar, Kamis, 5 Februari 2026.
Pengurus DPP IKA Unismuh dilantik oleh Rektor Unismuh Makassar Dr Abd Rakhim Nanda.
Pelantikan dirangkaikan dengan agenda pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IKA Unismuh 2026 yang memuat sejumlah program konsolidasi alumni, penguatan dukungan untuk kampus, hingga pengembangan layanan keanggotaan.
Ketua IKA demisioner Dr Kamaruddin Moha dalam sambutannya mengingatkan pentingnya menjaga kekeluargaan dan tradisi musyawarah di tubuh organisasi alumni.
Menurut dia, kekuatan IKA bertumpu pada soliditas lintas generasi serta kemampuan merawat komunikasi di tengah perbedaan.
Ketua Umum DPP IKA Unismuh yang dilantik, Prof Andi Sukri Syamsuri, menekankan konsolidasi data alumni sebagai pekerjaan dasar yang harus segera dituntaskan.
Ia menyebut jumlah alumni Unismuh telah melampaui 100.000 orang sehingga pembaruan basis data dinilai menjadi kunci untuk menggerakkan program-program yang terukur.
Dalam kesempatan itu, DPP IKA juga menyerahkan beasiswa kepada dua mahasiswa hingga menyelesaikan studi sarjana.
Program tersebut, menurut Prof Andis – sapaan akrab Ketua IKA Unismuh, ditujukan bagi mahasiswa yang membutuhkan dukungan dan tidak memperoleh KIP Kuliah.
Selain beasiswa, IKA Unismuh meluncurkan kartu tanda anggota yang dirancang tidak hanya sebagai identitas alumni, tetapi juga berfungsi sebagai kartu tol, maupun untuk transaksi lainnya.
Ajakan kolaborasi dari Wali KotaWali Kota Makassar Munafri Arifuddin menekankan perlunya kolaborasi pemerintah dengan kampus dan jejaring alumni dalam menjawab persoalan kota.
Ia menyebut tantangan perkotaan—mulai dari layanan publik hingga isu sosial—membutuhkan dukungan kajian akademik, inovasi, dan kerja bersama.
Munafri juga menyinggung gagasan pemerintahan yang berdampak langsung (impactful government).
Ia membuka ruang kerja sama dengan perguruan tinggi, termasuk skema yang dapat memperkuat layanan pendidikan tanpa mematikan peran sekolah swasta, terutama sekolah Muhammadiyah.
Sementara itu, Rektor Unismuh Dr Abd Rakhim Nanda mendorong agar program bantuan alumni dilembagakan secara lebih rapi dan berkelanjutan, misalnya melalui wadah “IKA Unismuh Peduli” dengan sistem pengelolaan dana yang jelas.
Ia juga berharap kartu anggota tidak berhenti sebagai identitas, melainkan memberi manfaat konkret bagi ekosistem alumni.
Rakhim menambahkan, jejaring alumni perlu diarahkan untuk memperluas peluang kerja lulusan. Ia menilai persaingan pasar kerja yang kian ketat membutuhkan dukungan lintas pihak, termasuk penguatan jaringan karier berbasis alumni.
Dukungan Wamen P2MIWakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Dzulfikar Ahmad Tawalla S. Pd, M.I.Kom, yang juga alumni Unismuh, mengajak IKA memperkuat identitas sebagai “rumah besar” alumni dan memastikan gerak organisasi berdampak.
Ia menyebut kebanggaan alumni mesti diterjemahkan dalam program yang berkelanjutan, termasuk penguatan jejaring karier dan career center berbasis alumni.
Dalam konteks penguatan organisasi, Dzulfikar turut menyatakan dukungan terhadap rencana pembangunan gedung IKA.
Program itu kembali ditegaskan sebagai salah satu agenda Rakernas, termasuk kelanjutan pembangunan gedung alumni yang direncanakan mencapai lima lantai.
Rakernas IKA Unismuh 2026 diharapkan menjadi momentum konsolidasi program: penguatan data alumni, ekspansi beasiswa, penguatan jejaring karier, serta pembangunan “rumah besar” alumni yang menopang kontribusi jangka panjang bagi almamater dan masyarakat.


