Amalia Adininggar Widyasanti Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025, yang secara kumulatif tumbuh sebesar, 5,11 persen (ctc).
“Dalam mencatat pertumbuhan ekonomi tentunya seluruh aktivitas yang ada dalam perekonomian Indonesia dicatat oleh BPS, termasuk aktivitas ekonomi yang tercipta akibat program makan bergizi gratis (MBG),” kata Amalia seperti dilansir Antara, Kamis (5/2/2026).
Amalia mengatakan program MBG memicu pertumbuhan ekonomi. Program andalah Prabowo Subianto Presiden juga berkontribusi dari segi perputaran ekonomi dan membuka lapangan usaha.
Imbas berjalannya program MBG, perputaran ekonomi khususnya dari sisi konsumsi meningkat.
“Dari sisi lapangan usaha, Program MBG memberikan nilai tambah di beberapa sektor antara lain untuk penyediaan makan dan minuman, dan ini terangkum dalam data pertumbuhan ekonomi kami,” kata Amalia.
Selain itu, konsumsi rumah tangga juga memicu pertumbuhan ekonomi, yaitu berkontribusi 2,62 persen dan tumbuh sebesar 4,98 persen. Ada juga faktor Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB), yang berkontribusi 1,58 persen dengan pertumbuhan 5,09 persen.
Ekspor juga menyumbang andil sebesar 0,74 persen, dengan pertumbuhan signifikan mencapai 7,03 persen. Kemudian ada industri pengolahan yang menjadi sumber pertumbuhan tertinggi dengan kontribusi 1,07 persen dan tumbuh 5,30 persen.
Sektor perdagangan tumbuh 5,49 persen dan menyumbang 0,72 persen terhadap ekonomi nasional, disusul pertanian yang tumbuh 5,33 persen dengan kontribusi 0,60 persen.
BPS mencatat PDB Indonesia atas dasar harga konstan (ADHK) sepanjang 2025 mencapai Rp13.580,5 triliun dan Rp23.821,1 triliun, PDB atas dasar harga berlaku (ADHB). Pada triwulan IV 2025, ekonomi tumbuh 5,39 persen (yoy) dan 0,86 persen secara kuartalan(qtq). (ant/lea/faz)


