MOMEN berbuka puasa adalah salah satu waktu yang paling dinanti oleh umat Muslim setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Di balik rasa syukur tersebut, terdapat tuntunan doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW sebagai bentuk penghambaan dan permohonan agar ibadah puasa diterima oleh Allah SWT.
Namun, sering kali muncul pertanyaan di tengah masyarakat: doa mana yang paling shahih? Kapan waktu yang tepat untuk membacanya? Artikel ini akan mengulas secara tuntas bacaan doa buka puasa, adab-adabnya, hingga makna mendalam di balik kata-katanya untuk menyambut Ramadhan 2026.
Dua Versi Doa Buka Puasa yang PopulerDalam tradisi Islam, terdapat dua doa yang sangat populer diamalkan oleh masyarakat Indonesia. Berikut adalah rincian teks dan artinya:
Baca juga : Doa Berbuka Puasa yang Benar Sesuai Sunnah Lengkap Arab dan Latin
1. Doa Riwayat Abu Daud (Dzahaba Dhomau)Doa ini dinilai memiliki derajat yang kuat (hasan) oleh banyak ulama. Kalimatnya mengandung pengakuan atas hilangnya dahaga setelah berpuasa.
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Bacaan Latin: Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru in syaa Allah.
Baca juga : Doa Buka Puasa Ramadan 2026: Arab, Latin, Artinya & Sunnah Rasulullah
Artinya: "Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah tetap, insya Allah."
2. Doa Riwayat Muadz bin Zuhrah (Allahumma Laka Shumtu)Doa ini sangat akrab di telinga masyarakat dan sering diajarkan sejak usia dini di sekolah maupun masjid.
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
Bacaan Latin: Allahumma laka shumtu wa 'ala rizqika afthartu.
Artinya: "Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rezeki-Mu aku berbuka."
Urutan Membaca Doa Buka Puasa yang BenarBanyak umat Muslim yang membaca doa panjang sebelum membatalkan puasa. Namun, berdasarkan makna dari doa Dzahaba Dhomau (yang berarti "Telah hilang rasa haus"), para ulama menjelaskan bahwa doa ini sebaiknya dibaca setelah kita meminum air atau memakan kurma.
Berikut adalah urutan teknis berbuka puasa sesuai sunnah:
- Membaca Basmalah (Bismillah) saat adzan Maghrib berkumandang.
- Membatalkan puasa dengan air putih atau kurma.
- Membaca salah satu atau kedua doa buka puasa di atas.
- Melanjutkan dengan doa-doa pribadi lainnya karena waktu berbuka adalah waktu yang mustajab.
Informasi Penting: Waktu berbuka puasa adalah salah satu dari tiga waktu di mana doa seorang hamba tidak akan tertolak. Manfaatkan momen ini untuk memohon keberkahan dunia dan akhirat.
Adab Berbuka Puasa Sesuai Tuntunan RasulullahSelain membaca doa, ada beberapa adab yang sebaiknya dilakukan agar pahala puasa kita semakin sempurna:
- Menyegerakan Berbuka: Jangan menunda-nunda berbuka jika waktu Maghrib telah tiba secara meyakinkan.
- Berbuka dengan Kurma: Rasulullah SAW mengutamakan ruthab (kurma basah), jika tidak ada maka tamr (kurma kering), atau air putih.
- Tidak Berlebih-lebihan: Hindari makan terlalu banyak (balas dendam) saat berbuka agar tetap ringan saat melaksanakan ibadah shalat Maghrib dan Tarawih.
Sangat diperbolehkan. Banyak ulama menyarankan untuk membaca Allahumma laka shumtu saat akan mulai menyuap makanan, dan membaca Dzahaba dhomau setelah merasakan kesegaran air di kerongkongan.
Bagaimana jika saya lupa membaca doa?Puasa Anda tetap sah. Doa buka puasa adalah sunnah yang sangat dianjurkan, namun bukan merupakan syarat sah puasa. Jika teringat di tengah makan, segeralah membacanya.
Doa mana yang lebih baik untuk puasa Senin-Kamis?Kedua doa di atas bersifat umum untuk segala jenis puasa, baik puasa wajib Ramadhan maupun puasa sunnah seperti Senin-Kamis dan puasa Daud.
KesimpulanMembaca doa buka puasa bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk syukur atas kekuatan yang diberikan Allah SWT untuk menyelesaikan ibadah. Dengan mengikuti urutan dan adab yang benar, kita berharap ibadah puasa kita di tahun 2026 ini diterima dan mendapatkan pahala yang sempurna. Selamat menjalankan ibadah puasa! (Z-10)





