- BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem berpotensi terjadi sepanjang Ramadan, Februari hingga April 2026.
- Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara diimbau waspada karena bibit siklon tropis memicu cuaca ekstrem.
- Cuaca ekstrem tersebut secara historis muncul singkat, antara tiga hingga sepuluh hari dengan intensitas tinggi.
Suara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan berlangsung selama bulan Ramadan, tepatnya pada periode Februari hingga April 2026.
Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara menjadi daerah yang paling diimbau untuk waspada cuaca ekstrem.
Plt Deputi Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan bahwa meskipun intensitas hujan secara umum mulai menunjukkan tren menurun, keberadaan bibit siklon tropis di wilayah selatan Indonesia menjadi faktor pemicu terjadinya cuaca ekstrem.
"Masih ada potensi hujan ya, tapi memang tingkat ekstremitasnya mulai menurun melandai, tapi ada catatannya karena di terutama ini di Jawa, Bali, Nusa Tenggara karena masih hingga April musim aktifnya bibit siklon dan siklon tropis di selatan," ujar Andri di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Ia menambahkan, berdasarkan data historis, potensi cuaca ekstrem ini biasanya muncul dalam durasi yang relatif singkat, namun dengan intensitas yang tinggi.
"Nah, itu secara historikal itu sampai April tuh di situ. Nah, ketika muncul itu dalam skala waktu yang singkat ya, 3 hingga 10 hari atau 5 hari gitu," jelasnya.
Meskipun secara siklus cuaca hujan seharusnya mulai melandai pada periode Februari hingga Maret, aktifnya bibit siklon di selatan menyebabkan fenomena hujan lebat terus berlanjut hingga memasuki bulan April. Kondisi ini diprediksi akan bertepatan dengan momen ibadah bulan Ramadan.
Terkait fenomena tersebut, BMKG meminta masyarakat untuk tidak lengah dan terus mengikuti perkembangan cuaca terkini agar dapat melakukan langkah-langkah pencegahan sejak dini.
"Nah ini yang perlu kita antisipasi dapat meningkatkan tadi potensi cuaca ekstrem itu tadi. Jadi himbauannya tentu masyarakat terus memantau dan mengikuti informasi dari BMKG," pungkasnya.
Baca Juga: BMKG Rilis Peringatan Dini Hujan Lebat dan Angin Kencang Jabodetabek, Cek Rinciannya di Sini



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5387413/original/081593200_1761040487-pan6.jpg)