Badai Penha Mendekat: Sekolah-Kantor Filipina Diliburkan, Warga Dievakuasi Paksa

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Sejumlah pemerintahan daerah di Filipina memutuskan untuk meliburkan sekolah dan kantor menyusul adanya Siklon Tropis Penha (nama internasional) atau Basyang (nama lokal).

Otoritas Filipina menetapkan tingkat bahaya level 1 dan 2 di sejumlah kawasan.

Badai Penha yang berada di laut Filipina sebelah utara Maluku Utara ini juga memiliki dampak tak langsung pada cuaca dan tinggi gelombang di Indonesia.

Mengutip Cebu Daily, kegiatan belajar mengajar tatap muka di seluruh provinsi kepulauan Cebu dibatalkan pada Kamis (5/2) akibat ancaman Penha.

Plt. Gubernur Glenn Anthony Soco menerbitkan Instruksi Gubernur (EO) No. 5, yang menetapkan penangguhan kelas tatap muka di semua jenjang, baik sekolah negeri maupun swasta di seluruh provinsi, guna memberikan waktu bagi siswa dan staf pengajar untuk bersiap menghadapi badai yang akan datang.

"Keputusan ini diambil mengingat curah hujan yang diperkirakan bisa lebih tinggi di daerah pegunungan dan dataran tinggi, serta dampaknya di sejumlah wilayah dapat diperparah oleh curah hujan signifikan yang telah terjadi sebelumnya,” jelas Soco dalam perintah eksekutifnya.

Jumat Masih Ditangguhkan

Tak cuma Cebu, Provinsi Aklan juga menangguhkan pembelajaran di semua jenjang, baik sekolah negeri maupun swasta di seluruh provinsi untuk besok, Jumat, 6 Februari 2026.

Prakirawan cuaca memperingatkan bahwa pita hujan lebat dari badai berpotensi memicu banjir bandang dan tanah longsor, terutama di wilayah pegunungan dan daerah pesisir dataran rendah.

Gubernur Aklan menegaskan bahwa penghentian sekolah tatap muka merupakan langkah preventif untuk mencegah anak-anak berada di luar rumah saat diperkirakan terjadi hujan lebat dan angin kencang.

Evakuasi Paksa

Kantor berita Filipina (PNA) melaporkan, pemerintah daerah di seluruh Wilayah Caraga [wilayah yang terdiri dari sejumlah provinsi] meliburkan sekolah dan kantor.

Pada Kamis pagi, badan meteorologi melaporkan bahwa Penhu berada 385 kilometer di sebelah timur Hinatuan, Provinsi Surigao del Sur, dengan kecepatan angin maksimum 65 km/jam dan hembusan hingga 80 km/jam.

Prakirawan memperkirakan badai tersebut akan mendarat di Surigao del Sur antara Kamis malam hingga Jumat pagi.

Peringatan siaga level 2 diberlakukan. di wilayah ini.

Di Kota Tandag, Provinsi Surigao del Sur, Wali Kota Roxanne Pimentel mengeluarkan Perintah Eksekutif yang menginstruksikan evakuasi paksa bagi penduduk di wilayah pesisir, dataran rendah, dan daerah rawan longsor.

“Kondisi cuaca buruk yang terkait dengan Siklon Tropis Basyang terus membawa angin kencang, curah hujan tinggi, kondisi laut yang berbahaya, serta risiko banjir, tanah longsor, dan gelombang badai di Kota Tandag,” lapor Pimentel dalam perintah tersebut.

Pimentel sebelumnya telah mengeluarkan instruksi untuk menghentikan aktivitas kerja di instansi publik maupun swasta, kecuali layanan esensial seperti penanggulangan bencana dan kesehatan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
BPS Ungkap Alasan Ekonomi Papua Tengah Sampai Minus 6,4%
• 5 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Siswa SD Gantung Diri di Ngada, DPR Minta Usut Dugaan Pungutan Rp1,2 Juta di Sekolah
• 4 jam lalurctiplus.com
thumb
Fungsi Hutan Tak Boleh Diubah, Meski Dibilang Demi Kepentingan Strategis Nasional
• 6 jam lalujpnn.com
thumb
Naik Transum saat Kondisi Sibuk, Laki-laki dan Perempuan Bukan Mahram Berdesakan, Bagaimana Hukumnya?
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Perbandingan Peringkat Dunia Timnas Futsal Indonesia Vs Jepang: Lawan Berat di Semifinal Piala Asia Futsal 2026
• 23 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.