Anak-Anak SD di Pandeglang Bertaruh Nyawa Lewati Jembatan Ambruk demi Sekolah

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Dengan langkah pelan dan bantuan tangga bambu, sejumlah anak sekolah dasar di Pandeglang terpaksa menyeberangi jembatan yang telah ambruk. Akses satu-satunya menuju sekolah itu kini berubah menjadi lintasan berbahaya demi sekolah.

Mereka harus melewati puing-puing jembatan yang menggantung di atas aliran sungai yang membelah ruas Jalan Pari–Karoya, tepatnya di Desa Sinarjaya, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, Banten, ambruk pada Sabtu (31/12) lalu.

Bukan hanya siswa SD, jembatan ambruk itu juga berimbas pada aktivitas warga menuju pasar, puskesmas, hingga pusat pelayanan administrasi.

Salah seorang warga setempat, Mamat, mengatakan jembatan yang ambruk merupakan satu-satunya akses yang kerap digunakan oleh warga, termasuk anak-anak sekolah.

Menurutnya, puing-puing jembatan yang ambruk masih dianggap cukup kokoh untuk menopang berat badan anak-anak, sehingga terpaksa dilalui dengan bantuan tangga dari bambu untuk naik turun.

"Terpaksa lewat sini (jembatan ambruk), takut enggak takut sih, habis mau bagaimana lagi," kata Mamat, Kamis (5/2).

Sementara itu, Kasi Pembangunan Pemerintah Kecamatan Mandalawangi, Iriyadi, menyampaikan kondisi jembatan sudah mengalami kerusakan sejak lama sebelum akhirnya ambruk usai diguyur hujan deras lantaran bagian dinding dan pondasi mulai keropos.

Bahkan menurutnya, tanda-tanda kerusakan serius sudah terlihat sejak dua tahun terakhir karena ada pondasi jembatan yang sudah menggantung di atas permukaan tanah.

"Pondasinya memang sudah rusak parah. Ditambah beberapa waktu terakhir sering turun hujan, sehingga jembatan tidak kuat menahan beban dan akhirnya ambruk," kata Iriyadi.

Diakui Iriyadi, mobilitas warga di lima desa lumpuh total lantaran tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Sedangkan warga yang berjalan kaki terpaksa harus melewati jembatan tersebut meski cukup berisiko.

"Jembatan ini merupakan ruas jalan yang kewenangannya kabupaten, dan menjadi penghubung Desa Pari, Desa Panjangjaya, Desa Sinarjaya, Desa Cikumbueun, dan Desa Ramea. Saat ini kendaraan tidak bisa melintas sama sekali," terangnya.

Pemprov Banten Akan Pasang Jembatan Darurat

Menanggapi hal itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten berupaya melakukan tindakan jangka pendek guna membantu mobilitas warga, salah satunya dengan memasang jembatan darurat dari rangka baja modular portabel.

Disampaikan Plt UPTD-PJJ Pandeglang pada Dinas PUPR Provinsi Banten, Yan Ardiansyah, pemasangan jembatan Bailey di lokasi jembatan yang ambruk merupakan penanganan cepat dan efektif agar mobilisasi warga dapat teratasi.

"Kami diperintahkan langsung oleh Pak Gubernur Banten untuk segera menangani perbaikan jembatan yang roboh ini dengan mengirimkan jembatan Bailey. Ini dilakukan karena akses jalan ini merupakan ruas utama yang digunakan masyarakat, khususnya anak-anak sekolah," kata Yan.

Diakui Yan, proses pemasangan jembatan Bailey ditargetkan berlangsung selama enam hari ke depan. Sehingga, jembatan kayu yang dibuat warga pasca-ambruknya jembatan utama akan dibongkar karena dikhawatirkan ambruk kembali.

"Perbaikan menggunakan jembatan Bailey selama enam hari ke depan dimulai besok (Jumat). Mudah-mudahan tidak terganggu kondisi cuaca," tandas Yan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kasus Bocah SD di NTT Bunuh Diri, Puan Minta Kesehatan Mental Anak Jadi Perhatian Serius
• 6 jam laludisway.id
thumb
Bank Mandiri (BMRI) Pastikan Modal Tetap Kuat usai Bagikan Dividen Interim Rp9,3 Triliun
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
Siswa SD di NTT Tewas Bunuh Diri, Orang Tuanya tak Masuk Daftar Penerima Bansos Pemerintah
• 7 jam lalurepublika.co.id
thumb
Rupiah Melemah ke Level Rp16.842 per Dolar AS, Tekanan Eksternal Masih Membayangi
• 2 jam lalupantau.com
thumb
Gubernur Pramono: Ramainya Penumpang Sebabkan Waktu Tunggu Lama Bus TransJakarta
• 9 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.