Musisi Binar baru saja merilis album debutnya berjudul Suaka. Album tersebut, menjadi ruang alih wahana untuk pikiran, ingatan, pengalaman, dan serpihan perasaan yang lama hidup di kepalanya.
Suaka sendiri memiliki arti tempat mengungsi atau tempat menampung. Menurut Binar, Suaka menjadi kata yang tepat untuk album yang berisikan pikiran dan pengalaman hidupnya yang personal.
"Album ini gue anggap sebagai suaka buat cerita, pengalaman, buah pikir, dan hal-hal yang selama ini cuma berputar di kepala,” ujar Binar dalam keterangan rilisnya yang diterima kumparan.
Suaka menjadi proses alih wahana dari sesuatu yang abstrak dan personal ke medium yang bisa didengar, disentuh, dan dirasakan oleh orang lain. Menurut Binar, Suaka berangkat dari hal-hal yang paling dekat dengannya.
Tak ada emosi yang dibesar-besarkan dalam materinya di album berisikan 9 track dan berdurasi 30 menit itu. Menurut Binar, kejujuran dapat memberi ruang bagi pendengar untuk masuk dan menemukan maknanya sendiri.
“Sembilan track ini adalah cara gue melihat hidup berjalan. Gue susun seperti spektrum, dari yang paling terang sampai yang paling gelap,” kata Binar.
Suaka terasa makin personal lantaran musisi asal Pamulang, Tangerang Selatan itu, terjun langsung dalam seluruh tahapan produksi. Treatment tersebut sengaja Binar lakukan agar bisa lebih dekat dengan album debutnya itu.
“Bukan soal pengin hasil yang rapi atau sempurna, tapi soal kedekatan. Gue pengin ada di dalam prosesnya sampai akhir,” tukasnya.
Album Suaka saat ini telah tersedia di seluruh platform streaming digital. Gerbang Alih Wahana, Sejarum Rajut Taulan, Pelesir Sang Musafir, hingga Lika Liku Skenario merupakan beberapa lagu yang tersaji di album itu.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5493463/original/024696000_1770224962-WhatsApp_Image_2026-02-04_at_23.16.13.jpeg)