Liputan6.com, Jakarta - Setelah tiga bulan berlalu, polisi akhirnya mengungkap motif Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) yang terlibat dalam kasus ledakan di SMAN 72 Jakarta pada Jumat, 7 November 2025. Pelaku mengaku nekat melakukan aksi tersebut karena sakit hati terhadap lingkungan sekolah.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyampaikan, pelaku geram dengan perlakuan sejumlah teman yang dinilai kerap mengucilkannya.
Advertisement
"Berdasarkan keterangan Anak, motif yang disampaikan adalah rasa sakit hati terhadap lingkungan sekolah, khususnya perlakuan dari sejumlah teman yang dinilai sering mengucilkan," kata dia dalam keterangan, Kamis (5/2/2026).
Dia mengatakan, perundungan telah dialami oleh ABH sejak SMP. ABH sering menjadi bahan ejekan dan mendapatkan panggilan yang tidak disukainya.
"Anak menerangkan bahwa sejak SMP kerap menjadi bahan ejekan, termasuk dipanggil dengan sebutan yang merendahkan karena lebih sering bergaul dengan teman perempuan, dan situasi serupa berlanjut saat SMA," ujar dia.

