Bisnis.com, JAKARTA — Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung membeberkan terkait dengan tukar posisi dirinya dengan Thomas Djiwandono. Menurutnya, adanya tukar posisi akan mendorong sinergi kebijakan fiskal dan moneter.
Juda Agung telah dilantik menjadi Wamenkeu di Istana Kepresidenan Jakarta Pusat, Kamis (5/2/2026) sore. Sebelum menjadi Wamenkeu, Juda Agung mundur dari posisinya sebagai Deputi Gubernur BI pada Januari 2026.
Kemudian, posisi Deputi Gubernur BI yang ditinggal Juda akan diisi Wamenkeu sebelumnya Thomas Djiwandono. Thomas mengundurkan diri dari jabatan tersebut seiring penetapannya sebagai Deputi Gubernur BI.
Thomas juga telah memperoleh persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) usai menjalani proses fit and proper test serta rapat paripurna DPR pada akhir Januari 2026.
Juda mengatakan pertukaran posisi antara dirinya dan Thomas Djiwandono akan menambah sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter.
"Ya tentu saja pengalaman saya yang cukup lama di Bank Indonesia kemudian di otoritas fiskal ini tentu saja sinerginya akan lebih baik. Begitu juga Pak Thomas yang dulunya di otoritas fiskal kemudian di moneter," kata Juda usai dilantik di Istana Negara pada Kamis (5/2/2026).
Juda juga menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto ingin agar terciptanya sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter.
"Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, mencapai program-program pemerintah yang sudah dicanangkan, tentu saja perlu koordinasi antara kebijakan fiskal dan kebijakan moneter, dan juga tentu saja kebijakan di sektor riil," ujar Juda.
Dia mengatakan koordinasi antar kebijakan itu akan menjadi efektif dalam upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi ke depan.





