JAKARTA, KOMPAS.TV - Duta Besar Indonesia untuk Tunisia periode 2017-2021, Ikrar Nusa Bakti, menyebut Presiden Prabowo Subianto hanya akan membayar bertahap iuran ke Board of Peace atau Dewan Perdamaian, jika organisasi tersebut berjalan sesuai kepentingan Indonesia.
“Jadi, maksudnya secara bertahap ini adalah kalau memang ternyata kemudian di opini benar-benar berjalan sesuai dengan keinginan kita bersama, ini akan lanjut ya,” ucap Ikrar dalam dialog Kompas Petang Kompas TV, Kamis (5/2/2026).
“Tapi, kalau kemudian ternyata itu tidak sesuai dengan kepentingan nasional Indonesia tentunya, ini Indonesia akan kemudian bisa keluar dari BOP ini ya. Jadi, ini yang yang harus diingat.”
Baca Juga: Alwi Shihab: Presiden Prabowo akan Perjuangkan Palestina dengan Two-state Solution, Itu Harga Mati
Menurut Ikrar, Presiden Prabowo juga menjamin politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif akan terus memperjuangkan kemerdekaan Palestina.
“Ini tetap menjadi pegangan dari apa yang akan dilaksanakan oleh Indonesia dalam BOP tersebut,” ucap Ikrar.
“Jadi, Bapak Prabowo tidak akan keluar dari garis politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif dan juga untuk kemerdekaan Palestina.”
Sebagai informasi, Indonesia menjadi satu di antara banyak negara yang setuju bergabung dalam Board of Peace atau Dewan Perdamaian. Bergabungnya Indonesia di BoP disertai dengan aturan iuran senilai 1 miliar dolar AS atau hampir Rp17 triliun.
Baca Juga: Dino Patti sebut Presiden Prabowo Punya Pendekatan Realistis untuk Penyelesaian Masalah Palestina
Iuran BOP Palestina adalah konstribusi dari negara anggota tetap Board of Peace untuk membiayai rekonstruksi gaza dan pembangunan Palestina.
Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- ikrar nusa bakti
- prabowo subianto
- board of peace
- iuran board of peace
- prabowo




