Hakim Baca BAP Eks Stafsus Nadiem: Ada Percakapan Berbahaya-Risiko Monopoli

detik.com
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Hakim membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) eks staf khusus (stafsus) mantan Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim, Fiona Handayani, yang merasa ada hal berbahaya dalam pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM). BAP itu juga berisi ucapan Fiona tentang isu risiko monopoli dalam pengadaan tersebut.

"Ini masih ada kaitannya dengan BAP Saudara, 'bahwa saat itu Jurist Tan mengusulkan agar pengadaan lisensi Google software dipisah dengan pengadaan laptop hardware supaya memudahkan CSR atau co-investment revenue lisensi Google untuk kebutuhan anggaran timtek. Saat itu Jurist Tan menyampaikan bahwa Google mau melakukan perjanjian kerja sama tersebut. Namun saat itu saya merasa itu berbahaya seingat saya karena kemungkinan terkait isu risiko monopoli'. Betul?" tanya hakim anggota Sunoto di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Kamis (5/2/2026).

"Betul makanya setelah itu seingat saya dicek ke KPPU," jawab Fiona.

Baca juga: Hakim Sentil Eks Stafsus Nadiem Punya IQ Tinggi tapi Banyak Lupa di Sidang

Fiona lupa percakapan itu muncul dalam rapat atau chat. Hakim menilai Fiona mengetahui lebih banyak tentang norma dan aturan sehingga bisa menyebutkan hal tersebut.

"Oke kalau sudah ada percakapan 'Wah itu bahaya' berarti kan itu kan dalam rapat ya?" tanya hakim.

"Saya lupa dalam rapat atau dalam chat, kayaknya dalam chat deh Yang Mulia," jawab Fiona.

"Dalam chat. Karena kalau Saudara bilang orang kalau bilang 'Ah itu bahaya' berarti orang yang mengatakan itu tahu norma, tahu aturan," ujar hakim.

Baca juga: Eks Stafsus Bantah Jadi Perpanjangan Tangan Nadiem, Klaim Cuma Beri Saran

"Sejauh yang saya paham," jawab Fiona.

Fiona mengatakan formula revenue 30% CDM dari Google juga tidak pernah dilaksanakan. Hakim menyinggung tingkat IQ Fiona di angka 147 sehingga bisa mengatakan hal tersebut.

"Ya kan sampai Saudara bilang 'Eh jangan itu bahaya'. Nah kalau orang sudah bilang begitu itu orangnya pasti pengetahuannya lebih ya norma aturan apa tahu kalau orang yang nggak paham ya ngikut aja 'Udah saya ngikut aja'. Nah Saudara kan karena IQ-nya tinggi itu tadi. Oke begitu ya," ujar hakim.




(mib/rfs)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kualifikasi Piala Dunia 1962: Indonesia Mundur, Wakil Asia dan Afrika Gugur
• 7 jam lalutvrinews.com
thumb
Kementerian Transmigrasi Usung Dua Program Baru, Revitalisasi dan Transformasi
• 8 jam laludisway.id
thumb
Winger PSIM Antusias Hadapi Laga Derbi Mataram Kontra Persis: Bukan Hanya Soal Menang
• 27 menit lalubola.com
thumb
Fakta Misteri Cacahan Uang di TPS Ilegal Bekasi, Pemilik Lahan Beri Pengakuan Begini
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Emosi Gubernur NTT soal Kasus Siswa SD Akhiri Hidup: Sebagai Pemerintah, Kita Gagal!
• 6 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.