Terminal Satelit Global, Starlink tak bisa digunakan oleh militer Rusia di Ukraina. Hal tersebut ditegaskan oleh Ukraina dan Elon Musk.
Menteri Pertahanan Ukraina, Mykhailo Fedorov mengatakan bahwa terminal satelit tersebut kini sudah tak bisa digunakan oleh Rusia. Hal ini menyusul kerja samanya dengan SpaceX.
Baca Juga: Nuklirnya Tak Lagi Dibatasi, Rusia Tak Akan Lagi Menahan Diri Saat Hadapi Ancaman Trump
“Starlink yang masuk dalam white list berfungsi normal. Terminal Rusia sudah diblokir,” kata Fedorov di Telegram.
Ia menambahkan bahwa dampak pemblokiran tersebut sangat signifikan bagi pasukan Rusia. Moskow kesulitan mengatur pasukan, komando hingga drone.
“Bagi musuh ini bukan sekadar masalah di garis depan, ini adalah bencana. Seluruh komando pasukan runtuh. Operasi penyerangan dihentikan di banyak wilayah,” ujarnya.
Adapun Elon Musk mengatakan awal pekan ini bahwa langkah pihaknya untuk menghentikan penggunaan internet satelit secara tidak sah tampaknya berhasil dan membuat kesulitan pihak dari Rusia.
Militer Ukraina sendiri mengandalkan puluhan ribu koneksi dari Starlink. Ia digunakan untuk komunikasi medan perang serta pengoperasian sejumlah misi drone.
Baca Juga: PBB Panik Lihat Rusia dan Amerika Serikat (AS) Kini Bebas Kembangkan Senjata Nuklir
Rusia juga sama seperti Ukraina. Ia menggunakan ribuan terminal internet satelit dalam medan perang, yang membuat sistem komunikasi pasukannya lebih mobile dan sulit diganggu. Namun akibat pemblokiran ini, pasukan mereka dilaporkan mengalami gangguan komunikasi serius, dengan hampir seluruh koneksi di unit-unit mereka tidak lagi berfungsi.


