Kabareskrim: Satgas Saber Sebagai Bukti Negara Hadir Jaga Harga & Mutu Pangan

jpnn.com
19 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah mengerahkan Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan secara nasional menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Imlek, Ramadan, dan Idul Fitri 2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan pangan tetap aman, cukup, dan harga terkendali, sekaligus mencegah praktik penimbunan serta permainan harga di pasar.

Penguatan pengawasan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Satgas Saber Pelanggaran Pangan yang dipimpin Kabareskrim Polri Komjen Syahardiantono selaku Ketua Pengarah Satgas Saber. Rakor digelar dengan melibatkan kementerian/lembaga terkait, pemerintah daerah, serta Satgas daerah di tingkat provinsi dan kabupaten/kota secara luring dan daring.

BACA JUGA: Satgas Saber Pelanggaran Pangan 2026 Memperketat Pengawasan Menjelang Ramadan

Satgas Saber dibentuk untuk mengawal kebijakan harga pangan, menjaga keamanan dan mutu pangan, serta memastikan distribusi berjalan lancar dari hulu ke hilir. Pengawasan dilakukan serentak di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota, mencakup seluruh rantai pasok mulai dari produsen, distributor, hingga pedagang eceran dan ritel modern.

Komoditas yang menjadi fokus pengawasan antara lain beras, jagung, kedelai, daging sapi dan kerbau, daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, bawang putih, cabai, minyak goreng, serta gula konsumsi.

BACA JUGA: Ketersediaan Pangan RI Diklaim Aman Hingga Idulfitri 2026

Kabareskrim menegaskan bahwa Satgas Saber merupakan wujud kehadiran negara dalam melindungi masyarakat menjelang periode rawan lonjakan harga dan potensi pelanggaran distribusi pangan.

“Tujuan utama Satgas Saber ini adalah melindungi masyarakat, menjaga keamanan dan mutu pangan menjelang HBKN. Penegakan hukum dilakukan sebagai langkah terakhir, namun tetap tegas apabila ditemukan pelanggaran serius,” ujar Syahardiantono.

BACA JUGA: Pemerintah Perlu Pantau Harga Pangan Selain Beras Jelang Ramadan

Menurutnya, pengawasan akan dilaksanakan secara berlapis dengan pendekatan preemtif, preventif, dan represif yang humanis serta proporsional. Satgas juga akan bersinergi dengan kementerian/lembaga dan pemerintah daerah untuk memastikan kebijakan harga pangan dijalankan secara konsisten di lapangan.

Satgas Saber 2026 merupakan kelanjutan dari Satgas Pengendalian Harga Beras 2025 yang terbukti efektif menekan pelanggaran harga melalui pemantauan masif di pasar-pasar tradisional dan modern.

Selain pengawasan langsung, Satgas juga membuka kanal pengaduan masyarakat untuk menampung laporan terkait dugaan pelanggaran harga, keamanan, dan mutu pangan.

Dengan penguatan Satgas Saber ini, pemerintah berharap stabilitas pasokan dan harga pangan dapat terjaga selama rangkaian HBKN 2026, sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok secara aman dan terjangkau. (cuy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Zulhas Apresiasi Kinerja PGN SAKA Menjaga Ketahanan Pangan & Mendukung Swasembada Energi


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ekspor Jadi Penopang Industri Otomotif di Tengah Penurunan Penjualan 2025
• 10 jam lalumedcom.id
thumb
Praktisi Hukum Minta LMKN Transparan dalam Penentuan Tarif Royalti Musik di Tempat Usaha
• 18 jam lalupantau.com
thumb
Lisa BLACKPINK Siap Bikin Baper, Jadi Pemeran Utama Film Romantis Komedi
• 10 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Antusiasme Tinggi, 8 Kepala Daerah Siap Bangun Sekolah Rakyat
• 15 jam lalutvrinews.com
thumb
Api Abadi Mrapen di Grobogan Padam dalam Dua Pekan Terakhir, Ini Penyebabnya
• 12 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.