Bisnis.com, JAKARTA — Rencana PT Pertamina (Persero) membuka peluang menggaet mitra baru untuk menggarap proyek proyek Grass Root Refinery (GRR) Tuban dinilai menjadi sinyal positif. Namun, Pertamina perlu mempertimbangkan untuk melepas kerja sama dengan Rosneft.
Adapun proyek Kilang Tuban rencananya akan digarap oleh mitra asal Rusia, Rosneft dan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI). Sejak tahun lalu, pemerintah masih menerbitkan ulang rencana investasi pada mega proyek tersebut.
Praktisi Migas Hadi Ismoyo menilai, Rosneft sudah diberi banyak kesempatan, namun hasilnya tidak ada kemajuan yang berarti.
“Menurut pendapat saya, Rosneft perlu diganti investor baru. Dari negara yang tidak kena sanksi AS. Selama Rosneft masih di sana, permasalahan akan terus terjadi dan pembangunan kilang menjadi tidak jelas,” ucap Hadi kepada Bisnis, Kamis (5/2/2026).
Asal tahu saja, selama ini Rosneft memang masih dikenakan sanksi oleh AS. Kendati, pemerintah menilai sanksi itu tidak akan berdampak pada pembangunan Kilang Tuban.
Hadi pun berpendapat, saat ini pembangunan Kilang Tuban menjadi hal yang penting. Pembangunan kilang di Jawa Timur itu bisa menopang produksi demi mengejar target swasembada energi.
Baca Juga
- Pertamina Buka Peluang Tambah Mitra Baru di Proyek Kilang Tuban Bareng Rosneft
- Rosneft Kena Sanksi AS, Bagaimana Nasib Kilang Tuban di RI?
- DPR Sebut Keputusan Investasi Kilang Tuban RI-Rusia Rampung Agustus 2025
Mantan sekjen Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI) itu menjelaskan, kapasitas produksi BBM nasional adalah 1,28 juta barel per hari (bph) setelah RDMP Balikpapan full speed. Sementara, kebutuhan nasional mencapai 1,6 juta bph.
Artinya, terdapat gap impor sebesar 0,32 juta bph. Hadi menilai, terdapat sejumlah solusi untuk swasembada BBM.
Pertama, untuk jenis solar, produksi dari kilang dikombinasikan dengan program B40 dan B50. Ini dengan asumsi untuk menutup 0,16 juta bph tenaga surya.
Kedua, untuk bensin, paling tidak harus ada satu kilang lagi dengan kapasitas 0,16 juta bph.
“Jadi pembangunan Kilang Tuban atau RDMP Dumai menjadi titik kritikal untuk program swasembada BBM di tahun 2030 paling tidak. Dalam rangka ketahanan energi nasional,” imbuh Hadi.
Sebelumnya, Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza menyebut, Rosneft ditemani mitra kerja tambahan untuk proyek Kilang Tuban.
Dia menjelaskan, pihaknya membutuhkan belanja modal (capex) besar untuk membangun Kilang Tuban. Oki menyebut, saat ini proses keputusan investasi atau keputusan investasi akhir (FID) oleh Rosneft masih berlangsung.
Pihaknya berharap proses FID segera rampung. Pertamina, kata Oki, secara umum bakal mempercepat penambahan kapasitas kilang yang dimiliki, salah satunya dengan menggaet mitra-mitra baru, tak terkecuali pada proyek GRR Tuban.
“Baru kemarin kami dari Pak Menteri dan juga Pak Dirjen kita selalu ada arahan untuk tentunya mempercepat penambahan kapasitas ini. Jadi akan ada mitra tambahan yang akan bergabung untuk memperkuat ketahanan energi di Indonesia,” jelas Oki dalam acara 'Energy Outlook 2026' di Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Oleh karena itu, FID Kilang Tuban sebelumnya ditargetkan rampung pada kuartal IV/2025. Namun, hingga saat ini proses tersebut masih berjalan.
Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahalil Lahadalia Kilang Tuban belum jalan karena pemerintah masih menghitung keekonomian dari proyek itu.
"Nah, sekarang kenapa belum jalan? Setelah dihitung kembali antara investasi dan nilai ekonominya masih terjadi review kembali lah," kata Bahlil beberapa waktu lalu.
Dia juga berpendapat bahwa perhitungan itu penting. Sebab, nilai investasi dari Proyek Kilang Tuban cukup fantastis. Terlebih lagi, belakangan nilai investasi proyek Kilang Tuban membengkak.
Tercatat, nilai investasi proyek tersebut kini berada di angka US$23 miliar atau setara Rp377,38 (asumsi kurs Rp16.408 per US$). Angka ini naik dari rencana awal yang bernilai US$13,5 miliar atau Rp205,05 triliun.
“Sampai sekarang kita lagi melakukan evaluasi terhadap investasinya. Memang investasinya cukup gede di awal itu,” ucap Bahlil.


