Jakarta, VIVA – PT Pertamina (Persero) mengungkapkan bahwa UMKM binaannya telah membukukan penjualan senilai Rp1,9 miliar saat pembukaan ajang pameran International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2026.
Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil dari pembinaan UMKM yang konsisten, terarah dan berkelanjutan.
"Penjualan Rp1,9 miliar di hari pertama Inacraft pada Rabu (4/2/2026) menjadi bukti bahwa UMKM binaan Pertamina memiliki kualitas produk yang kuat, mampu bersaing, serta relevan dengan kebutuhan pasar nasional maupun global," ujar Baron dikutip dari keterangannya, Kamis, 5 Februari 2026.
Menurut dia, momentum ini diharapkan menjadi gerbang bagi UMKM untuk memperluas pasar, baik domestik maupun internasional. Saat ini, tercatat sekitar 200 UMKM mitra binaan Pertamina telah menembus pasar global (go global).
Baron menambahkan, kehadiran UMKM binaan Pertamina di Inacraft yang berlangsung di Jakarta, 4-8 Februari 2026 tersebut tidak semata berorientasi pada transaksi penjualan, tetapi juga pada penciptaan dampak ekonomi dan sosial yang berkelanjutan, termasuk pemberdayaan para wirausaha perempuan.
"Sesuai dengan tema Inacraft tahun ini 'Exploring and Celebrating Womanpreneurs in Craft', mayoritas mitra binaan yang ikut serta dalam pameran adalah perempuan. Keterlibatan mereka adalah bentuk dukungan inklusif. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, kami melihat tren transaksi yang terus meningkat setiap tahunnya," ujar Baron.
Wirausaha perempuan dan pemilik usaha Agrominafiber Handicraft Novita Hermawan mengatakan pihaknya memproduksi home decor dari serat alam seperti eceng gondok dan pelepah pisang yang kini telah rutin diekspor ke Amerika Serikat.
"Ini kali kedua saya diajak Pertamina ke Inacraft. Dampaknya sangat nyata pada networking, branding, hingga omzet kami. Pertamina benar-benar hadir memberikan dukungan nyata bagi pelaku usaha kecil," ungkapnya.
Sebelumnya, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, saat membuka acara pameran, menyatakan Inacraft adalah ruang strategis yang mempertemukan tradisi dan inovasi. Subsektor kriya memiliki posisi yang sangat strategis bagi perkembangan ekonomi Indonesia.
Data BPS 2025 menunjukkan subsektor kriya merupakan kontributor ekspor terbesar kedua di ekonomi kreatif Indonesia dengan nilai 12,03 miliar dolar AS selama Januari-November 2025.



