Purbaya Respons Ekonomi RI Tumbuh 5,11%, Mau Dorong ke 6% di 2026

cnbcindonesia.com
7 jam lalu
Cover Berita
Foto: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Istana Negara, Kamis (5/2/2026). (CNBC Indonesia/Emir Yanwardhana)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons angka pertumbuhan ekonomi tahun 2025 mencapai 5,11%. Dia meyakini pada pertumbuhan ekonomi tahun ini masih bisa bertumbuh mulai kuartal I-2026.

Purbaya mengakui bahwa pertumbuhan ekonomi di kuartal IV 2025 tembus 5,39% itu masih di bawah targetnya yakni 5,4%-5,6%. Namun menurutnya capaian itu sudah menunjukkan arah pembalikan ekonomi yang jelas.


Pilihan Redaksi
  • Buka-bukaan! Wamenkeu Juda Agung Bakal Lakukan Ini di Kemenkeu
  • Purbaya Bilang Tugas Juda Adung Menggantikan Thomas Djiwandono

"Saya pikir triwulan pertama tahun ini pertumbuhan yang kemarin akan terus berlangsung. Dan nanti akan makin cepat di triwulan berikutnya. Kita coba walaupun di APBN 5,4%, ya kita coba dorong ke arah 6% kalau bisa untuk tahun 2026 ini," kata Purbaya, di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (5/2/2026).

Purbaya melihat optimisme itu didasari upaya yang dilakukan pemerintah, yaitu memastikan kelancaran dari sektor keuangan.

"Saya pastikan, likuiditas tersedia di pasar, perbankan bekerja dengan baik. Nggak ada kesulitan dunia usaha mencari pinjaman ke perbankan," kata Purbaya.

Selain itu, dari sisi kebijakan fiskal, lanjut Purbaya, akan mendorong belanja pemerintah dari awal tahun. Termasuk memperbaiki iklim investasi.

"Jadi saya gerakkan fiskal, swasta, dan berkoordinasi dengan moneter supaya semuanya berjalan secara optimal. Dan kelihatannya sih bisa berjalan," tuturnya.

Purbaya juga melihat, bahwa pertumbuhan pada kuartal IV-2025 memang belum optimal. Namun dia meyakini masih bisa membalikkan arah ekonomi dari upaya yang dilakukan. Seperti diketahui, BPS merilis pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal IV-2025 kemarin tumbuh 5,39% (year on year/yoy).

"Kita mendorong defisit ke arah yang limitnya untuk memastikan kita berbalik arah ekonominya tanpa melewati batas yang membahayakan. Itu arti yang khusus sekali, kalau anda mengerti," katanya.

Meski dia memastikan bahwa defisit tetap berada di bawah 3% dari PDB, seperti yang diatur dalam Undang-Undang Keuangan Negara.

"Kita tidak ada niat menimbulkan pesan bahwa saya akan mengganggu kehati-hatian menjalankan kebijakan fiskal. Tapi yang dipastikan adalah semua yang ada kita akan menggunakan secara optimal, dan nggak ada kebocoran," imbuhnya.


(fab/fab)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Disebut Bakal 'Di-Noel-Kan', Purbaya: Gue Gak Terima Duit

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Tumbuh Dewasa, Putra Jessica Simpson Kini Lebih Tinggi dari Sang Ibu
• 1 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Moodys Pangkas Outlook Indonesia, Simak Dampaknya ke Lantai Bursa
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
KPK Sebut Gubernur Jatim Khofifah Minta Tunda Jadi Saksi di Sidang Dana Hibah
• 17 jam lalukompas.com
thumb
Tak Terima Ressa Rizky Sebut Pria Single, Dini Kurnia Tuntut Status Anak dan Nafkahnya: Nggak Ada Mantan Anak
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Bungkam Jepang 5-3 Lewat Extra Time, Indonesia ke Final Piala Asia Futsal 2026
• 6 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.