Rajiv Minta Satgas Pangan Sapu Bersih Pelaku Permainan Harga Jelang Puasa Dan Lebaran

viva.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Anggota Komisi IV DPR RI, Rajiv meminta Satuan Tugas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Tahun 2026 (Satgas Saber Pangan) bekerja maksimal mencegah kecurangan harga pangan yang merugikan masyarakat.

Menurut dia, setiap hari besar keagamaan nasional (HKBN) permintaan komoditas pangan pasti tinggi. Tetapi, selalu ada oknum tertentu melakukan penimbunan bahan pangan yang dapat ganggu pasokan dan berujung pada kenaikan harga yang merugikan konsumen.

Baca Juga :
DPR Dorong Investigasi Menyeluruh Buntut Insiden Kecelakaan Maut Mobil Dinas TNI di Bandung
Longsor Bandung Barat, Rajiv Dorong Audit Lingkungan Secara Menyeluruh

“Saya minta satgas mampu sapu bersih dan menjaga stabilitas pasokan serta menghentikan praktik penimbunan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab, sehingga membuat masyarakat resah karena harga-harga naik secara tidak wajar,” kata Rajiv pada Kamis, 5 Februari 2026.

Berdasarkan pengalaman sebelumnya, kata dia, pembentukan satgas sapu bersih dapat memberikan dampak positif terhadap stabilitas harga, terutama dalam menekan praktik spekulasi dan pelanggaran distribusi.

“Selama ini keberadaan satgas seperti saber pangan ini mampu mampu mencegah lonjakan harga yang tidak wajar dengan menggerebek gudang penimbunan maupun memberi sanksi tegas pedagang curang,” ujar Anggota Fraksi Partai Nasdem ini.

Meski demikian, Rajiv juga meminta pemerintah memastikan ketersediaan stok pangan strategis melalui penguatan cadangan pemerintah, dan percepatan distribusi ke daerah dengan potensi kekurangan pasokan.

Selanjutnya, Legislator dari Dapil Jawa Barat II ini mengatakan agar stabilitas harga pangan dapat terjaga menjelang Ramadan dan Idulfitri, pemerintah tetap harus melakukan pemetaan.

“Memperkuat cadangan pangan dan mempercepat distribusi, terutama ke daerah-daerah rawan seperti lokasi bencana atau 3 T,” tegas Rajiv.

Rajiv juga menekankan pentingnya transparansi data stok dan harga pangan secara real-time menjadi rekomendasi utama agar pemerintah dapat merespons gejolak harga secara cepat dan terukur.

Baca Juga :
Tingkatkan Pengawasan, Menhut Raja Juli Usul Tambah 21 Ribu Polisi Hutan ke DPR
Titiek Soeharto: Produksi Pangan Turun Signifikan Imbas Banjir Sumatra
Titiek Pimpin Rapat Bahas Pemulihan Sektor Pertanian-Kehutanan Pascabencana Sumatra

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
KPK Sita Barang Bukti Rp 40,5 M Terkait OTT Bea Cukai, Ada yang di Safe House
• 11 jam laludetik.com
thumb
Dugaan Korupsi Kebun Binatang Surabaya, Kejati Jatim Sita Dokumen dan HP Direksi
• 12 jam lalurealita.co
thumb
Menteri PKP apresiasi peran BRI terhadap keberhasilan program perumahan rakyat
• 14 menit laluantaranews.com
thumb
Gubernur Sulsel: MYC Paket 2 Lakukan Pengukuran Topografi dan Pembersihan Lokasi di Takalar-Gowa
• 19 jam laluterkini.id
thumb
Saksi Ngaku Disuruh Terdakwa Kasus Kemnaker Hapus Chat Terkait Izin TKA
• 19 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.