Awal Ramadhan Tahun Ini Berpotensi Beda Tanggal? Ini Penetapan Versi Pemerintah, BRIN, Muhammadiyah, dan NU

viva.co.id
16 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA –Ramadhan merupakan bulan yang paling dinantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia. Bulan suci ini menjadi momen istimewa untuk meningkatkan keimanan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Oleh karena itu, menjelang datangnya Ramadhan, umat Muslim mulai melakukan berbagai persiapan, bahkan sejak beberapa pekan sebelumnya.

Berdasarkan perhitungan, Ramadhan diperkirakan akan tiba sekitar dua pekan lagi. Meski demikian, penetapan awal puasa kerap kali berbeda karena adanya perbedaan metode penentuan 1 Ramadhan. Lantas, bagaimana penetapan 1 Ramadhan tahun ini? Berikut ini jadwal awal puasa Ramadhan menurut versi pemerintah, BRIN, Muhammadiyah, dan NU.

Baca Juga :
Menikmati Ramadhan dengan Wajah Berbeda di Saudi: dari Keheningan The Red Sea hingga Pesona Heritage AlUla yang Viral
7 Amalan di Bulan Sya’ban, Bekal Penting Sebelum Masuk Ramadhan

1. Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN)

Peneliti pusat BRIN, Thomas Djamaluddin memprediksi 1 Ramadhan 1447 H akan jatuh pada 19 Februari 2026. Dalam saluran YouTubenya, Thomas menjelaskan bahwa posisi hilal pada tanggal 17 Februari  2026 di wilayah Asia Tenggara belum memenuhi kriteria Menteri-menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Singapura (MABIS). Disebutnya pada saat itu posisi hilal belum memenuhi tinggi minimal yakni 3 derajat.

“Fakta Astronomi pada saat maghrib 17 Februari 2026 di wilayah Asia Tenggara, posisi hilal belum memenuhi kriteria MABIMS, kriteria yang digunakan oleh pemerintah dan sebagian besar ormas Islam, yaitu kurva kuning, ini tinggi minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat geosentrik. Ini di wilayah Amerika, sehingga di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia, belum memenuhi kriteria,” kata dia dikutip dari saluran YouTubenya.

Sehingga kata, Thomas 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada tanggal 19 Februari 2026.
Namun kata Thomas ada juga ormas yang menggunakan kriteria Turki. Pada saat tersebut, di wilayah Amerika, sudah terpenuhi tinggi minimal 5 derajat dan elongasi 8 derajat. Di wilayah Alaska, kata Thomas, posisi hilal sudah memenuhi kriteria menurut kriteria Turki. Dengan demikian, 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh tanggal 18 Februari 2026.

"Jadi, ada potensi perbedaan Awal Ramadan, ada yang 19 Februari, dan ada yang 18 Februari," katanya.

2. Pemerintah

Hingga saat ini pemerintah belum mengumumkan kapan penetapan 1 Ramadhan 1447H. Namun demikian, dalam penetapan 1 Ramadhan pemerintah menggunakan sistem hisab dengan mempertimbangkan posisi dan visibilitas hilal. Pemerintah sendiri akan menggelar sidang isbath penentuan 1 Ramadhan 1447 H yang umumnya digelar pada akhir bulan syaban 1447H. Akhir bulan syaban 1447 H diperkirakan jatuh antara tanggal 18 atau 19 Februari 2026. 

Baca Juga :
Pemerintah Rilis Jadwal Pembelajaran Siswa dan Libur Sekolah di Bulan Ramadhan 2026
KH Ma'ruf Amin-Gus Salam Dinilai Bisa Kembalikan Jati Diri NU
Jelang Muktamar, Kiai Kafabihi Mahrus Dinilai Tepat Pimpin PBNU

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ketua Komisi IX DPR Misbakhun Janji Dukung OJK untuk Benahi Pasar Modal
• 13 jam lalukatadata.co.id
thumb
Putus Sekolah demi Keluarga, Yadi Masih Bermimpi Kembali ke Bangku Pendidikan
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Tak Masuk Kerja Berhari-hari, PPPK Rumah Sakit Ditemukan Tewas, Polisi: Jasad Mulai Menghitam
• 4 jam lalusuara.com
thumb
Menantu Diduga Poliandri, Artis Senior Firdha Razak Dampingi Putra Sulung Lapor Polisi
• 4 jam lalugrid.id
thumb
Respons MSCI, BEI-KSEI Pasang Deadline April 2026
• 12 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.