Jakarta, tvOnenews.com - Dermaga Jetty di Kampung Wanam, Distrik Ilwayab, Merauke, Papua Selatan yang menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN) pengembangan kawasan pangan ditarget dapat beroperasi pada Maret 2026 ini.
Sebab, proses secara keseluruhan pembangunan dermaga berkapasitas 50.000 dedweight tonnage (DWT) ini telah pada tahapan 93 persen alias rampung sepenuhnya.
Kendati nyari rampung sepenuhnya, pembangunan infrastruktur dermaga yang menjadi pintu masuk dukungan proyek mencetak 1 juta hektare sawah itu masih memiliki kendala berupa cuaca yang tak menentu dalam pelaksanaan pengerjaannya.
“Alhamdulillah untuk saat ini progres dermaga kita sudah di angka 93 persen. Pekerjaan tidak ada kendala berarti, hanya memang cuaca di sini sangat tidak menentu,” kata Anggota Tim Project Wanam, Gawang Kurniawan kepada awak media, Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Gawang menuturkan ketidakpastian cuaca membuat jadwal operasional fungsional dermaga baru dapat dipastikan pada pekan keempat Maret 2026.
Kendati demikian, Gawang menegaskan bahwa pembangunan PSN Wanam juga memperhatikan aspek sosial dengan melibatkan masyarakat setempat, khususnya pemilik hak ulayat dari marga-marga suku Malind Anim di Kampung Wanam.
“Kami harus bersinergi. Pekerja lokal pasti ada karena kita tahu harus menghargai masyarakat dan marga-marga yang ada di sini,” ujarnya.
Dalam pembangunannya, pemerintah turut berkolaborasi dengan pihak swasta diantaranya Jhonlin Group milik pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam.
Haji Isam mengaku keterlibatannya berangkat dari upaya mendukung realisasi agenda nasional pengembangan kawasan pangan.
Ia menegaskan fokus utamanya adalah memastikan target pembukaan lahan seluas 1 juta hektare dapat tercapai.
"Bagaimanapun caranya, agar satu juta hektare bisa terealisasi, dan berhasil dalam tiga tahun tanpa berpikir untung rugi,” ujar Haji Isam.
Haji Isam menegaskan keterlibatannya dalam proyek PSN Wanam merupakan bentuk pelaksanaan penugasan negara.
“Ini adalah tugas negara yang diberikan kepada saya,” ungkapnya.
Di sisi lain, dermaga tersebut dirancang untuk menahan beban ribuan ton termasuk ekskavator yang akan digunakan dalam pembukaan lahan pertanian.
Tak hanya itu, infrastruktur pendukung lainnya juga dilakukan di kawasan Wanam salah satunya adalah pembangunan tangki High Speed Diesel (HSD) berkapasitas 5.000 meter kubik yang terhubung langsung dengan dermaga melalui jaringan pipa untuk memasok bahan bakar bagi operasional alat berat di kawasan food estate.(ant/raa)

