Airlangga Perkirakan Serapan Anggaran MBG Rp80 Triliun Kuartal I/2026

bisnis.com
11 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengemukakan bahwa perkiraan serapan belanja terkait dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencapai sekitar Rp80 triliun pada kuartal I/2026.

Pemerintah berharap belanja dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu bisa mendorong perekonomian pada tiga bulan pertama tahun ini. 

Hal tersebut disampaikan oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Kamis (5/2/2026). Dia mengatakan bahwa program yang dianggarkan pada APBN senilai total Rp355 triliun itu tahun akan mulai terlaksana dengan optimal. 

"MBG akan optimal mulai tahun ini, dan Q1 itu kan kira-kira akan spending-nya sekitar Rp80 triliun. Jadi harapannya itu bisa juga menjadi pendorong perekonomian di kuartal pertama," terangnya kepada wartawan di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta.

Airlangga menilai program tersebut akan mendorong rantai pasok MBG, seperti sejumlah kebutuhan bahan pangan seperti daging, telur dan lain-lain. 

Berdasarkan pemberitaan Bisnis 2025 lalu, Badan Gizi Nasional (BGN) yang menyelenggarakan program tersebut mengatakan bahwa MBG akan menyerap anggaran Rp1,2 triliun setiap harinya. 

Baca Juga

  • Bank Indonesia: Penurunan Outlook oleh Moody's Bukan Pelemahan Fundamental Ekonomi RI
  • Purbaya Beberkan Siasat Genjot Ekonomi RI Tumbuh 6% pada 2026
  • Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi 2026 Bisa Sentuh 6%

Pada September 2025, Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan bahwa pada tahun ini pemerintah menargetkan penerima MBG bisa mencapai 82,9 juta orang. Kemudian, pemenuhan dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebanyak 25.400 unit di wilayah aglomerasi dan 6.000 SPPG di daerah terpencil. 

Namun demikian, realisasi program MBG dari sisi anggaran maupun penerimanya belum mencapai target pada 2025. Anggarannya yang saat itu baru Rp71 triliun, atau hampir seperlimanya pagu tahun ini, hanya bisa terserap Rp51,5 triliun atau 72,5% sampai akhir Desember 2025.

Berdasarkan data sampai dengan 7 Januari 2026, MBG telah diterima 56,13 juta orang dari target 82,9 juta penerima. Program itu juga telah melibatkan 19.343 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG), serta 789.319 pekerja. 

Thomas Djiwandono, yang saat itu masih menjabat Wakil Menteri Keuangan, memaparkan bahwa sebesar Rp43,3 triliun dari total realisasi anggaran MBG tahun lalu, langsung diterima masyarakat dalam bentuk makanan bergizi bagi siswa, balita, ibu hamil/menyusui, serta guru dan tenaga kependidikan di seluruh Indonesia.  

"Manfaat yang langsung diterima masyarakat adalah Rp43,3 triliun dari realisasi anggaran per 31 Desember Rp51,5 triliun," terang Tommy, sapaannya, pada konferensi pers APBN KiTa 2025 di kantor Kemenkeu, Jakarta, Kamis (8/1/2026). 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Korban Gugat Penyangkalan Perkosaan Massal 98 Fadli Zon, Digelar di PTUN Jakarta
• 3 jam lalujpnn.com
thumb
Hanif Dhakiri PKB Sebut Partainya Tak Mau Campuri Internal Nahdlatul Ulama
• 13 jam lalugenpi.co
thumb
Cadangan Pangan Pemerintah Pada Masa Tanggap Darurat
• 8 jam laludetik.com
thumb
BRIN siapkan pemetaan pengelolaan sampah di kawasan pariwisata
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
Dasco di HUT ke-18 Gerindra: Tantangan ke Depan Tak Ringan, Terus Bergerak Dekat dengan Rakyat
• 20 menit laluokezone.com
Berhasil disimpan.